Bupati Kutai Kartanegara: Maafkan Ayahanda Saya

TRIBUNNEWS.COM, TENGGARONG - Mantan Bupati Kukar, H Syaukani Hasan Rais, ikut melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, Minggu (19/8/2012).

Dia duduk di kursi roda didampingi seorang asistennya. Mantan orang nomor satu di Kukar itu terserang stroke sejak beberapa tahun terakhir. Sehingga dia harus didorong menggunakan kursi roda.

Kedatangan Syaukani diiikuti Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, Ketua DPRD Kukar Awang Yacoub Luthman, Komandan Kodim 0906/Tenggarong Letkol Inf Dendi Suryadi.

Dalam sambutannya, Bupati Kukar Rita Widyasari menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan ayahandanya. "Saya tak henti-henti untuk menyampaikan maaf atas kekhilafan ayahanda saya (Syaukani) selama ini," ucap perempuan kelahiran 11 November 1973 in, dalam sambutan sebelum pelaksanaan salat Id dimulai.

Di hari Idul Fitri ini, lanjut Rita, dia mengajak ribuan jamaah Masjid Agung Sultan Sulaiman agar membukakan pintu maaf kepada sesama manusia. "Mari kita hilangkan prasangka buruk, iri dan benci. Kita gantikan dengan kasih sayang serta mengharap ridha-Nya," imbuhnya.

Salat Id di Masjid Agung diimami oleh H Ence Baharuddin, khatib Habib H Abdul Kadir Al-Hasni dan bilal Mulliadi. Dalam ceramahnya, Abdul Kadir mengajak umat muslim untuk saling mengokohkan.

"Pada hari ini kita kembali kepada agama yang benar dengan melebur dosa dan kesalahan kita, serta berjanji untuk tidak mengulangi dosa dan kesalahan yang kita perbuat," pesannya. Usai salat Id, seluruh jamaah bersalaman dengan Syaukani, terutama jamaah laki-laki. Sedangkan jamaah perempuan bersalaman dengan Bupati Rita Widyasari.

REGIONAL POPULER

  • Yang Lain Upacara Dua PNS Mesum di Mobil
  • Asyik Berbugil Ria, Pasangan Mesum di Ngawi Digerebek…
  • Tubuh Ahli Mercon Hancur Berkeping-keping
  • Kotak Berisi Bendera Duplikat Nyaris Jatuh
  • Kesalahan Pengibar Bendera Tak Kena Sanksi
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.