Bupati Lamandau Kalteng "berguru" ke Lampung soal perkebunan

·Bacaan 1 menit

Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Hendra Lesmana mengunjungi Propinsi Lampung untuk mempelajari tata kelola pertanian dan perkebunan yang menurutnya cukup berhasil, dan selanjutnya akan dikembangkan di Kalimantan Tengah.
Dalam keterangan Dinas Kominfo Lampung Tengah yang diterima di Bandarlampung, Selasa, menyebutkan Hendra Lesmana meninjau langsung aktivitas pabrik tapioka PT Sinar Pematang Mulya (SPM) di Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah.

Pada kunjungan itu, Hendra Lesmana didampingi Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dan sejumlah pejabat Pemkab Lampung Tengah.

Hendra menjelaskan, kunjungannya ke Lampung Tengah untuk mempelajari dan melihat lebih dekat bagaimana pengelolaan perkebunan yang akan dikaitkan dengan program “Sejuta Hektare Lahan Padi” yang kini sedang berjalan di Kalimantan Tengah.

“Kabupaten Lamandau secara kebijakan menyambut baik program tersebut dan sudah kami mulai dengan komoditas kopi yang bekerja sama dengan Kapal Api. Untuk komoditas padi dan singkong kami akan mengadopsi dari Lampung Tengah,” katanya.
Baca juga: Lampung kembali kembangkan 50 hektare lahan vanili
Baca juga: Lampung kembangkan potensi alpukat varietas unggul

Ia juga menjelaskan saat ini komoditas unggulan yang dimiliki Kabupaten Lamandau adalah kelapa sawit.

Sementara itu, Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad mengatakan ini kunjungan Bupati Lamandau itu merupakan suatu kehormatan karena telah bersedia mempelajari tata kelola pertanian dan perkebunan di Lampung Tengah.

Musa juga menjelaskan bahwa PT SPM merupakan salah satu perusahaan terbaik di daerahnya dan sebelum dirinya menjadi Bupati sudah bermitra dengan perusahaan ini.

Sementara itu, perwakilan PT SPM Tigor Silitonga dalam paparannya menjelaskan perusahaannya adalah pabrik terbesar di Indonesia yang bergerak dalam bidang pengolahan tapioka yang dapat memproduksi 2.500 ton tapioka per hari dan pengolahannya dari proses sampai finishing hanya memerlukan waktu selama 30 menit.
Baca juga: Wagub Lampung dorong program pertanian bersinergi dengan kartu petani

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel