Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya Jadi Korban Penipuan

Dedy Priatmojo, Yandi Deslatama (Serang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Akun resmi Instagram (IG) Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya @Viajayabaya memposting percakapan elektronik yang menunjukkan dugaan upaya penipuan mengatasnamakan dirinya.

Iti memposting potongan layar percakapan yang di awali dirinya dengan ucapan salam, kemudian disambut dengan seseorang bernama Risa, dari Rumah Yatim Cabang Pondok Kelapa.

Kemudian percakapan selanjutnya, nomor palsu itu mengaku sebagai Iti Octavia Jayabaya, Bupati Lebak yang akan menggalang donasi berupa uang untuk berbagai yayasan dan ponpes.

Dalam captionnya, Iti menulis agar masyarakat berhati-hati jika ada yang mengatasnamakan dirinya untuk penggalangan dana. Bupati Lebak membenarkan postingannya, kalau itu sebuah penipuan.

"Hati-hati penipuan mengatasnamakan saya (Iti Octavia Jayabaya). Pemerintah tidak pernah menghubungi siapapun untuk penggalangan dana. Informasi yang dikeluarkan bukan melalui akun atau institusi resmi, dipastikan hoax," kata Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Minggu, 1 November 2020.

Dia mengaku akan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Itu juga belum mengetahui apakah sudah ada yang tertipu.

Pihaknya meminta masyarakat tidak mudah percaya jika ada yang mengatasnamakan dirinya. Jika ada yang mengaku sebagai Iti Octavia Jayabaya, korban bisa melapor ke pihak kepolisian atau mendatangi Pemkab Lebak untuk mengklarifikasinya.

"Nanti sambil dikroscek, kemungkinan bisa dilaporkan. Kepada siapapun yang menerima berita atau informasi palsu tersebut untuk tidak memepercayai dan melaporkan ke Pemkab Lebak atau aparat penegak hukum," terangnya.

Hingga berita ini ditulis, setidaknya postingan itu mendapatkan 1.472 like netizen dan 44 komentar. Warganet pun memberikan komentarnya, seperti akun @sitinurulhidayaah, "Wakakakak yakaliii Bu @Viajayabaya minta sumbangan. Suka lucuk ih. Lacak aja Bu,".

Kemudian akun @triowijaya3320 mengatakan, "kebangetan bet dah itu orang. Jangan usik pemimpin kami."