Bupati Lebak Tak Setuju Pilkada Serentak

Lebak (ANTARA) - Bupati Lebak H Mulyadi Jayabaya mengatakan dirinya tidak setuju jika penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah gabungan dilaksanakan secara serentak.

"Prinsipnya, pelaksanaan pemilukada sesuai dengan Undang-Undang pemilu yang berlaku," kata Mulyadi di Rangkasbitung, Senin.

Ia mengatakan wacana pemilukada gabungan dan pengunduran jadwal pemilukada di beberapa daerah tentu tidak efektif untuk dilaksanakan.

Pelaksanaan pemilukada serentak tidak mendorong bisa menghemat biaya, serta mengantisipasi golput.

Masalah golput itu, menurut dia, merupakan tanggung jawab KPU sebagai penyelenggara pilkada.

"Kita jangan terjebak oleh sebuah aturan yang menghabis-habiskan uang negara. Adapun, setuju tidak setuju pemilukada serentak tentu tidak menjamin lalu bisa menghemat biaya," katanya.

Menurut dia pemilukada itu yang diperlukan tanggung jawab lembaga KPU dan tidak begitu penting dilakukan pemilukada serentak.

Disamping itu apakah mungkin pemilukada bisa disatukan untuk dilaksanakan secara serentak.

Ia mencontohkan apabila pemilukada di Kabupaten Lebak dijadwalkan bulan Nopember, Pandeglang bulan Januari dan Tangerang bulan Desember.

"Apakah itu bisa digabungkan untuk pemilukada serentak. Saya menilai pemilukada serentak bisa menjadikan pemborosan anggaran negara," tambah Mulyadi Jayabaya yang kini menjabat Ketua Asosiasi Kabupaten Tertinggal (ASKATI).

Bupati menyebutkan sebaiknya penetapan pemilukada dikembalikan bagaimana kesiapan pemerintah daerah juga sesuai dengan Undang-undang yang berlaku pemilu.

Sebab pemilukada dilakukan serentak dapat menimbulkan masalah, terkait penentuan dan lamanya pejabat pelaksana tugas (PLT) harian.

Pejabat PLT harian tidak bisa mengambil keputusan atau kebijakan strategis.

"Kami minta pemilukada serentak tidak perlu dilakukan untuk tingkat kabupaten," ujarnya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.