Bupati Lumajang targetkan pembersihan lahan relokasi capai 40 hektare

·Bacaan 2 menit

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menargetkan pembersihan lahan relokasi untuk warga yang terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru bisa mencapai 40 hektare sehingga lahan tersebut bisa dimulai untuk mendirikan hunian sementara.

"Sekarang 'on progress' dilakukan perataan dan penataan untuk dijadikan lahan relokasi, sekarang sudah 25 ha yang sudah diratakan dan target kami besok atau lusa sudah 40 ha," katanya dalam rilis yang diterima di Kabupaten Lumajang, Kamis.

Menurutnya, percepatan pembangunan hunian sementara dilakukan Pemkab Lumajang bersama Satuan Tugas (Satgas) Semeru yang dipimpin oleh Danrem 083/Baladika Jaya Kolonel Inf Subekti.

Baca juga: Relokasi pengungsi bencana Gunung Semeru dipersiapkan di dua lokasi

"Percepatan dilakukan agar pengungsi segera menempati hunian dan kembali hidup normal pascabencana awan panas guguran dan erupsi Gunung Semeru," tuturnya.

Bupati yang biasa dipanggil Cak Thoriq ingin secepatnya masyarakat segera pindah ke hunian sementara yang akan dibangun, agar bisa melakukan aktivitas normal seperti biasanya.

Sementara terkait pembangunan hunian tetap, Cak Thoriq mengatakan Pemkab Lumajang akan melakukan di lokasi yang sama dan pembangunan hunian tetap sendiri akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Sekarang dalam proses pemutakhiran data agar nantinya data yang kami kirim tidak ada kekeliruan," katanya.

Baca juga: Pemkab Lumajang mulai petakan tempat relokasi warga terdampak Semeru

Ada dua lokasi yang akan digunakan sebagai tempat relokasi permukiman warga terdampak APG Gunung Semeru yakni di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro dan Desa Oro-oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo.

"Kedua lokasi tersebut dipilih dengan berbagai macam pertimbangan yaitu kondisi keamanan, sarana pendukung kebutuhan dasar dan luasan lahan," ujarnya.

Baca juga: Kajian komprehensif penentu relokasi wilayah terdampak letusan Semeru

Cak Thoriq mengatakan Pemkab Lumajang berencana membangun permukiman baru bagi warga terdampak bencana Gunung Semeru menggunakan konsep smart village.

Pemkab Lumajang juga sudah menggelar dialog dengan perwakilan masyarakat yang terdampak bencana Gunung Semeru di Kantor Kecamatan Candipuro untuk menyampaikan tahapan relokasi dan banyak pendapat yang disampaikan, salah satunya sebagian warga ada yang berkeinginan tidak direlokasi di Desa Sumbermujur.

Baca juga: Pemkab Lumajang persiapkan relokasi warga korban letusan Semeru

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel