Bupati Malra: SPAM perdesaan bantuan PUPR atasi kesulitan air bersih

Bupati Maluku Tenggara (Malra) M Thaher Hunubun mengatakan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perdesaan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi solusi untuk mengatasi masalah air bersih di daerah terluar di Provinsi Maluku itu.

"SPAM perdesaan ini merupakan salah satu program padat karya dari Kementerian PUPR dalam bidang pembangunan infrastruktur air minum untuk menyediakan sarana air minum yang terjangkau dan berkelanjutan bagi masyarakat yang belum memiliki akses air minum yang aman," kata Thaher Hanubun di Langgur, Sabtu.

Ia menjelaskan proyek SPAM perdesaan yang mulai beroperasi pada September ini melayani sejumlah ohoi (desa) yang selama ini kesulitan air bersih di Kecamatan Hoat Sorbay, di antaranya Ohoi Wab, Badar, Madwat, Ngursit, Tetoat, Depur, Somlain, Larat, Banda Eli Suku 30, dan Ngursit.

Baca juga: Kabupaten Maluku Tenggara fokus pembangunan infrastruktur tahun 2022

"Untuk SPAM yang baru dibangun ini selama enam bulan ke depan digratiskan untuk masyarakat," katanya.

Pada tahun 2022 ini, lanjut dia, Pemkab Malra melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) dapat menangani permasalahan air minum di 10 desa yang tersebar di Kecamatan Kei Besar maupun Kei Kecil. Khusus di Kecamatan Hoat Sorbay, inovasi yang dilakukan untuk proyek SPAM perdesaan adalah mengalirkan air dari sumber air tawar Evu melalui penancapan pipa air bawah laut untuk layanan air bersih di desa-desa.

Selain itu, melalui DAK juga dilaksanakan perluasan jaringan sistem pengelolaan air minum di Ohoi Somlain, Depur, Larat, dan Ohoi Banda Eli Suku 30.

Baca juga: Malra miliki alat penyulingan air laut jadi air tawar

"Bantuan proyek air bersih dari PUPR tersebut telah membantu percepatan upaya Pemkab Malra yang sejak 2021 telah melakukan inovasi mengubah air laut menjadi air yang layak diminum seperti di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat," katanya.

Thaher berpesan kepada masyarakat agar SPAM yang telah dibangun dijaga dengan baik dan segera membentuk Kelompok Pengelola SPAM (KPSPAM) Ohoi di masing-masing desa, sehingga kelompok itu akan membantu menjaga, merawat, dan mengalirkan air setiap hari dengan lancar.

"Saya secara pribadi maupun sebagai Bupati Malra meminta masyarakat untuk mendukung program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah terutama dalam menjaga dan merawat fasilitas SPAM agar dapat terus berfungsi dan memberikan manfaat," ujar Thaher.

Baca juga: Kementerian PUPR upayakan dua proyek SPAM Regional beroperasi 2024

Selain itu, ia juga berpesan agar masyarakat menjaga sumber-sumber air strategis di Malra, seperti sumber air Ohoi Evu, Ngilngof, Rahareng, dan Tamangil.

"Keberhasilan pembangunan infrastruktur merupakan pintu masuk bagi Maluku Tenggara mendapat lebih banyak program dan kegiatan, maka dukungan masyarakat sangat diharapkan," ujar Thaher.