Bupati Mamberamo Tengah Kabur Diburu KPK, Demokrat Pikir-Pikir Beri Bantuan Hukum

Merdeka.com - Merdeka.com - Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP) yang merupakan kader Partai Demokrat kabur ke Papua Nugini saat dijemput paksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ricky kabur setelah dibantu tiga personel Polda Papua, yang saat ini menjalani pemeriksaan di Divisi Propam Polda Papua.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani meminta agar Ricky tidak melarikan diri. Sebab, hal itu tidak akan menyelesaikan masalah.

"Jika benar informasi bahwa beliau kabur ke Papua Nugini, maka kami ingatkan bahwa melarikan diri tak akan menyelesaikan masalah, malah hanya semakin menambah masalah," kata Kamhar saat dihubungi, Minggu (17/7).

Kamhar meminta agar Ricky mematuhi dan menghadiri panggilan KPK. Atas kasus tersebut, dia menyebut Partai Demokrat akan terus memonitor agar proses hukum profesional dan adil.

"Sebagai kader partai Demokrat, Pak RHP wajib menghadapi proses hukum yang tengah dihadapinya saat ini secara kesatria," ucap Kamhar.

Perihal apakah Partai Demokrat akan memberikan bantuan hukum atas kasus tersebut, Kamhar mengaku akan melihat terlebih dahulu perkembangan proses hukumnya. Barulah, Partai Demokrat akan mengambil keputusan.

"Kita lihat perkembangannya," ujar Kamhar.

Tak hanya itu, Kamhar menegaskan jika Partai Demokrat sangat menghormati dan menjunjung tinggi proses hukum.

"Partai Demokrat sangat menghormati dan menjunjung tinggi proses hukum. Menyadari sepenuhnya bahwa demokrasi yang sehat dan kuat mensyaratkan hukum sebagai panglima yang tak bisa ditawar-tawar. Semuanya sama di depan hukum dan tak ada yang kebal hukum," tegas Kamhar.

Sejak era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketum Demokrat, kata Kamhar, tidak pernah ada kader yang ditolerir jika terkena kasus korupsi. Begitu saat dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Semuanya diproses secara hukum, dan menghormati sepenuhnya proses dan keputusan hukum. Di masa kepemimpinan Mas Ketum AHY pun demikian, nilai, sikap dan tradisi ini kokoh terjaga," tandasnya.

Kabur Dibantu Ajudan

Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak (RHP) kabur saat dijemput paksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diketahui, ia dibantu seorang anggota Kepolisian inisial Aipda AI.

Demikian dikatakan Kabid Propam Polda Papua Kombes Polisi Gustav Urbinas.

"Aipda AI yang bersama-sama RHP (terbang dari Bokondini ke Jayapura) yang kemudian menyiapkan kendaraan dan alat komunikasi," beber Gustav, Sabtu (16/7).

Selain Aipda AI, dua orang personel Polri, yakni Bripka JW dan Bripka EW didapati terlibat kasus suap dan gratifikasi proyek pembangunan di Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua.

Saat ini, ketiganya tengah menjalani pemeriksaan di Divisi Propam Polda Papua.

"Kami saat ini mengamankan tiga personel Polda Papua, Aipda AI, Bripka JW dan yang satu dibawa dari Kobagma Bripka EW," katanya.

Untuk Aipda AI juga menjadi terperiksa penyidik KPK di Jayapura. Gustav menjelaskan, tiga polisi itu selama ini berstatus sebagai ajudan dan pengawal pribadi (walpri) RHP.

Mantan Kapolresta Jayapura Kota ini pun memastikan, ketiga anggota polisi tersebut akan diperiksa dan menjalani sidang kode etik. Selain diduga membantu RHP menghindari proses hukum KPK, lanjut Gustav, mereka juga tidak kooperatif ketika diminta melapor di kesatuannya masing-masing.

"Mereka akan ditahan untuk maksimal 30 hari selama kepentingan kami memeriksa ataupun untuk membantu penyelidikan KPK," tegasnya.

Gustav menjelaskan, sesaat setelah adanya perintah penarikan ajudan dan Walpri RHP) untuk melapor diri, ketiga anggota itu justru terkesan menghindar dan tidak melaksanakan perintah.

"Itu artinya mereka lari-lari. Karena mereka tidak juga melapor maka kami harus melakukan upaya menangkap," ujarnya.

Aipda AI dan Bripka JW diketahui adalah anggota Brimob Mapolda Papua, sedangkan Bripka EW merupakan anggota Polres Mamberamo Tengah.

Kabur ke Papua Nugini

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Papua Kombes Faizal mengatakan proses pencarian RHP dilakukan hampir di seluruh penjuru Jayapura.

Diketahui bahwa pada Kamis (14/7) pagi, RHP terlihat di Pasar Skouw yang merupakan kawasan perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Sehingga kuat dugaan, RHP saat ini sudah melarikan diri ke negara tersebut.

"Terakhir kita dapatkan informasi dia diantar di Pasar Skouw, Kamis (14/7) pagi. Kita masih upayakan, kita sebarkan jaringan kontak-kontak kita di sebelah," kata Faizal. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel