Bupati Muhdlor Pastikan Stok Beras untuk Ramadan di Sidoarjo Aman

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengecek stok beras di Gudang Bulog Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Buduran, Sidoarjo, guna menjamin ketersediaan beras menjelang puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Kami langsung turun kunjungi gudang Bulog dan saat ini tersedia cadangan beras kurang lebih 43.000 ton. Alhamdulillah, masih bisa antisipasi jika terjadi kekurangan-kekurangan beras di masyarakat saat ini," ujarnya, di sela pengecekan di gudang Bulog, Buduran, Rabu, 7 April 2021.

Ia mengemukakan, kunjungan ke gudang Bulog ini mengecek ketersediaan atau stok beras dan memastikan adanya cadangan beras beberapa bulan ke depan, dilansir dari Antara.

"Sekali lagi kami melakukan pengecekan dan meninjau ketersediaan beras di Sidoarjo," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita saat mendampingi Bupati Sidoarjo mengatakan pihaknya ingin melakukan pendekatan kepada kepala-kepala daerah, termasuk Sidoarjo, untuk membangun sinergitas bersama pemerintah daerah agar beras yang dipanen oleh petani-petani bisa diserap oleh Bulog.

"Di Jawa Timur merupakan daerah stok melimpah beras, supaya kami bisa dari hulu ke hilir nyambung. Harapannya ASN di Sidoarjo bisa menyediakan beras dari Bulog, jadi dari Sidoarjo untuk Sidoarjo," katanya.

Kendala Mesin

Pekerja saat mengangkut karung berisi beras yang belum terpakai di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Kamis (18/3/2021). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menegaskan tahun ini Indonesia tidak akan mengimpor beras. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Pekerja saat mengangkut karung berisi beras yang belum terpakai di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Kamis (18/3/2021). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menegaskan tahun ini Indonesia tidak akan mengimpor beras. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Ia juga menunjukkan beberapa mesin baru yang bisa memfasilitasi penyerapan beras dari petani supaya bisa terolah sesuai dengan spesifikasi maupun kualifikasi yang telah ditentukan dalam Permendag No.24 Tahun 2020.

"Jadi untuk kendala mesin di Sidoarjo ini penggilingnya masih kecil, outputnya masih belum bisa masuk kualifikasi kriteria Bulog," ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya nanti bisa menjalin kerja sama, yakni beras pecah kulit hasil giling petani bisa dibeli lalu diolah dengan mesin tersebut menjadi beras yang berkualitas.

Febby juga menyampaikan urgensi penyuluhan serta edukasi tentang kualitas beras atau gabah, sehingga penyerapan bisa sesuai dengan syarat yang telah ditentukan.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini