Bupati Nganjuk Kena OTT KPK, PKB: Dia Memilih PDIP

·Bacaan 2 menit

VIVA – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, membantah informasi yang menyebutkan Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat yang terjaring operasi tangkap tangan atau OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), adalah kader serta pengurus PKB Jatim.

Namun, pihak PKB mengakui mengusung Novi maju di Pilkada 2018. PKB turut mengusung Novi bersama partai lainnya.

“Dia belum pernah menjadi kader PKB. Memang, dulu berangkat (maju sebagai calon kepala daerah) jadi bupati dengan PKB, PDIP dan Hanura. Dan dia ingin jadi pengurus PKB. Namun, setelah kita tracing, dia lebih memilih ke partai lain, dalam hal ini ke PDIP,” kata Sekretaris DPW PKB Jatim Anik Maslachah, dikonfirmasi VIVA pada Senin, 10 Mei 2021.

Baca juga: Ditangkap KPK, Harta Bupati Nganjuk Capai Rp116 Miliar

Dia menambahkan karena Novi lebih memilih PDIP, maka PKB menghormati pilihan itu. Bahkan, Anik menegaskan sampai sekarang Novi belum memiliki kartu keanggotaan PKB.

“Dia lebih memilih ke PDIP setelah jadi bupati,” ujarnya.

Anik menceritakan, saat mau maju sebagai calon kepala daerah pada 2018 lalu, Novi adalah seorang pengusaha, bukan berlatar politikus. Ia kemudian maju dan diusung oleh tiga partai, yakni PDIP, PKB, dan Hanura. Novi maju berpasangan dengan kader PDIP, Marhaen Djumadi.

“Kami mengusung bersama-sama,” ujarnya.

Dia menjelaskan, saat itu, Novi meminta untuk menjadi pengurus di PKB Jatim. “Ketika jadi bupati, ternyata dia di perjalanan lebih memilih ke partai lain, ke PDIP. Tentu PKB menghormatinya karena dia lebih memilih partai lain. Akhirnya, usulan (Novi jadi pengurus PKB) tidak kita akomodir,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Deni Wicaksono menyatakan, berdasarkan berita di media yang ia baca, Novi sudah diakui sebagai pengurus DPW PKB Jatim seusai musyawarah wilayah partai tersebut pada 9 Januari 2021 lalu. Kata Deni, Anik Maslachah sendiri yang menyampaikan bahwa Novi sebagai Wakil Ketua PKB Jatim periode 2021-2026.

Deni juga menegaskan, bahwa Novi bukanlah kader apalagi pengurus DPD PDIP Jatim. “Tidak ada KTA (kartu tanda anggota) atas nama Novi. Yang jadi kader dan pengurus PDIP itu Pak Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk,” katanya kepada wartawan.

Seperti diketahui, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terjaring OTT KPK yang berlangsung pada Minggu malam hingga Senin dini hari, 9-10 Mei 2021. Ia diduga terlibat dalam kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk.