Bupati Nunukan ‘Demo’ di Jakarta

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Bupati Nunukan Kalimantan Timur, Basri dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Nunukan Faridil Murad, Selasa (27/3/2012) pagi ini melakukan ‘demonstrasi’ di Jakarta.

‘Demo’ dilakukan keduanya dengan cara mempresentasikan proposal pembangunan daerah perbatasan di Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP). Mereka fokus berjuang untuk pembangunan di Kecamatan Sebatik dan Kecamatan Krayan.

“Hari ini saya demo ke BNPP untuk memperjuangkan daerah perbatasan di Nunukan,” ujar Bupati Nunukan, Basri, Selasa (27/3/2001) melalui telepon seluler dari Jakarta.

Basri mengatakan, pihaknya mengajukan anggaran sebesar Rp 3 triliun untuk membangun kawasan yang menurut BNPP masuk lokasi prioritas (lokpri) I di Pulau Sebatik dan Krayan.

Usulan anggaran sebesar itu diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan termasuk bangunan sekolah.

Ia mengatakan, selama ini Pemkab Nunukan terus mendobrak pusat untuk memperjuangkan anggaran pembangunan daerah perbatasan. Bahkan Bupati Nunukan mendekati sejumlah pejabat di pusat seperti anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Aksa Mahmud untuk ikut membantu memperjuangkan APBN bagi Kabupaten Nunukan.

“Kita minta Pak Aksa membantu memperjuangkan pembangunan bandara di Nunukan. Di proposal kita mengajukan perpanjangan bandara Nunukan sampai 2.100 meter,” ujarnya.

Untuk tahun ini pemerintah pusat juga banyak mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nunukan. Seperti pembangunan jalan darat tembus Long Bawan-Tao Lumbis serta jalan tembus Long Bawan-Malinau. “Tahun ini untuk tahap awalnya,” ujarnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.