Bupati Padang Lawas Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Padang Lawas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas menetapkan status tanggap darurat bencana setelah wilayah Kecamatan Batang Lubu Sutam diterjang banjir bandang. Bencana alam ini terjadi pada Jumat, 31 Desember 2021, pukul 21.30 WIB.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, Bupati Padang Lawas, Ali Sutan Harahap, menetapkan status tersebut melalui surat keputusan nomor 360/001/KPTS/2022 yang berlaku selama 14 hari.

"Status tanggap darurat ini terhitung mulai 1 Januari hingga 14 Januari 2022," kata Abdu, Sabtu (1/1/2022).

Pascakejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Lawas masih melakukan penanganan darurat dan pendataan di lapangan. Perkembangan terkini, BPBD setempat masih mencatat rumah hanyut 12 unit dan ponpes rusak berat 1 unit.

"BPBD dibantu TNI, Polri, warga, dan aparat desa, melakukan pencarian dan penyelamatan warga. Belum ada laporan terkait korban jiwa dan data jumlah warga yang mengungsi," terangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

15 Desa Terdampak Banjir

Sebanyak 15 desa di Kecamatan Batang Lobu Sutam, Padang Lawas, Sumatera Utara, terdampak banjir bandang (BNPB)
Sebanyak 15 desa di Kecamatan Batang Lobu Sutam, Padang Lawas, Sumatera Utara, terdampak banjir bandang (BNPB)

Diterangkan Abdul, sebanyak 15 desa di Kecamatan Batang Lobu Sutam, Padang Lawas, Sumatera Utara (Sumut), terdampak banjir bandang yang membawa material kayu. Desa terdampak yaitu Tanjung Baru, Muara Malinto, Tandolan, Siadam, Tamiang, Pasar Tamiang, Tanjung Barani, Manggis, Pinarik, Siojo, Paran Manggis, Huta Nopan, Tangga Batu, Paran Dolok dan Ark Sorik.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga," sebutnya.

Petugas telah mendata sejumlah kebutuhan untuk melayani para warga terdampak, seperti makanan siap saji, makanan anak, tenda serba guna, selimut, kasur, tenda gulung dan family kids.

Kajian inaRISK

Pascakejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Lawas masih melakukan penanganan darurat dan pendataan di lapangan (BNPB)
Pascakejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Lawas masih melakukan penanganan darurat dan pendataan di lapangan (BNPB)

Berdasarkan kajian inaRISK, Padang Lawas memiliki potensi bahaya banjir bandang pada tingkat sedang hingga tinggi. Adapun analisis potensi gerakan tanah yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada bulan Januari 2022, Padang Lawas berada pada tingkat menengah hingga tinggi.

"Masyarakat diimbau untuk dapat mengikuti instruksi pemerintah daerah setempat terkait langkah tanggap darurat," Abdul menandaskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel