Bupati Pegunungan Bintang Klaim Tak Ada Eksodus dari Oksibil: Situasi Terkendali

Merdeka.com - Merdeka.com - Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana menepis kabar adanya eksodus warga dari Oksibil ke Jayapura menyusul rentetan teror yang dilakukan Kelompok Separatis Teroris (KST). Dia mengklaim situasi di distrik itu sudah terkendali.

Spei Yan Bidana mengatakan, situasi di Oksibil telah dikendalikan penuh oleh aparat keamanan TNI-Polri, sehingga kabar terjadinya eksodus warga dari Oksibil ke Jayapura tidak benar.

"Masyarakat saat ini hanya mengamankan diri di pos-pos TNI-Polri yang ada di Oksibil. Jadi tidak ada pengungsian, kita anggap situasi sudah terkendali jadi masyarakat tetap tenang. Jadi kami harapkan aktivitas akan berjalan seperti biasa. Media tidak boleh mengatakan eksodus warga dari oksibil. Seluruh komponen masyarakat sudah sepakat untuk mengamankan Kota Oksibil dengan didukung penuh oleh TNI-Polri," tegasnya, Jumat (13/01).

Namun, Bupati tidak membantah adanya ratusan warga yang mengungsi ke Jayapura. Menurutnya hal itu wajar. "Hal itu wajar-wajar saja, sebab sebagai manusia pasti memiliki rasa takut akibat adanya aksi teror yang dilakukan oleh KST. Tetapi saya harap semua masyarakat tetap tenang, mari kita beraktivitas dan meningkatkan kewaspadaan," imbaunya.

Pendekatan Persuasif

Saat ini, pemerintah daerah sedang berupaya untuk melakukan pendekatan persuasif dan kekeluargaan kepada pihak KST.

"Segera mungkin akan kami lakukan pendekatan secara kekeluargaan. Setelah saya naik ke Oksibil, seluruh komponen yang ada akan kita bicarakan dengan KST agar mereka tidak lagi melakukan teror, intimidasi dan pembakaran, karena ini menyangkut kehidupan masyarakat umum, jadi hentikan perbuatan yang dilakukan oleh saudara-saudara yang masih berbeda pandangan," ujar Spei Yan Bidana.

"Kita ajak kembali dan kita bangun kembali fasilitas umum. Kejadian kemarin yang membakar fasilitas pendidikan berarti membuat generasi muda Papua tidak akan maju dan tidak memiliki masa depan yang cerah. Jadi saya berharap hentikan semua aktivitas yang melanggar hukum di Kabupaten Pegunungan Bintang," sambungnya.

Sementara, Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi serta mempercayakan kepada aparat keamanan TNI-Polri.
Masyarakat dapat mengamankan diri sementara di pos-pos TNI-Polri yang ada.

"Aparat TNI-Polri sudah mengambil langkah-langkah dalam mengamankan Kota Oksibil, tinggal saya naik dan melakukan koordinasi terkait hal-hal apa saja yang diperlukan sehingga semua itu dapat berperan dalam mengamankan Kota Oksibil,” ujar JO Sembiring. [yan]