Bupati Pemalang Positif Covid-19, Muncul Klaster Panen Raya?

·Bacaan 2 menit

Pemalang - Setelah Bupati Kabupaten Pemalang Junaedi beserta istri Irna Setyawati dan beberapa pejabat eselon terpapar Covid-19, Gugus Tugas setempat segera melakukan penyelusuran terhadap orang-orang yang berkemungkinan tertular dan pernah kontak fisik.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang Tutuko Raharjo menjelaskan, hingga Kamis (23/7) Gugus Tugas bersama petugas kesehatan melakukan penyelusuran (tracing) terhadap orang-orang yang diperkirakan tertular Covid-19, dan mendapatkan sebanyak sekitar 1.000 orang.

''Dengan terpaparnya Bupati dan Istri serta dua pejabat (Sekda dan Kepala Bapenda) terhadap Covid-19, kami melakukan tracing dan mendapatkan sebanyak 1.000 orang lebih,'' kata Tutuko kepada wartawan Suaramerdeka.com.

Sebanyak 1.000 orang lebih yang di-tracing tersebut meliputi pejabat di lingkungan Pemkab Pemalang, Kades, Lurah dan keluarganya, serta warga sipil yang pernah kontak dengan Bupati dan Istri serta dua pejabat tersebut. Mereka di antaranya sudah menjalani rapid test.

Sementara itu, hasilnya dari rapid test pada Rabu dan Kamis menunjukkan sebanyak 180 reaktif. Sehingga langsung diadakan uji swab. Namun, hasilnya belum diketahui apakah positif atau negatif Covid-19.

Dengan makin bertambahnya jumlah pasien positif di Pemalang itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menaruh perhatian dengan memberikan bantuan sarana dan prasarananya untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pemalang. Sedangkan, Pemkab juga sudah mengajukan bantuan alat PCR mobil kepada provinsi.

Hingga Rabu kasus Covid-19 ada sebanyak 77 orang, pasien sembuh 39 orang, pasien dirawat 35 orang dan meninggal 3 orang. Dari sejumlah 77 kasus itu sebanyak 16 orang bukan penduduk Pemalang.

Baca berita menarik lainnya di Suaramerdeka.com.

Setop Kerumunan

Pemerintah provinsi Jawa Tengah siap memulai 'Gerakan 35 Juta Masker' untuk Jateng.
Pemerintah provinsi Jawa Tengah siap memulai 'Gerakan 35 Juta Masker' untuk Jateng.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar tracing kontak dekat, erat, dan sosial terhadap bupati, istri bupati dan sejumlah pejabat yang positif Covid-19 di Pemalang digencarkan. Selain itu, ia juga meminta agar acara-acara yang menimbulkan keramaian yang rencananya digelar di Pemalang ditunda dulu.

"Di sana kan katanya mau ada acara dengan kades-kades, saya minta tunda dulu. Termasuk ada resepsi pernikahan yang mengundang banyak orang, tidak boleh pokoknya. Ini pelajaran untuk kita semuanya, ndak boleh ada acara ramai-ramai dahulu," tuturnya.

Ganjar juga menyoroti acara panen raya yang beberapa hari lalu digelar di Pemalang. Ia meminta semua yang hadir dalam acara itu untuk segera melakukan tes Covid-19.

"Saya sebenarnya diundang, tapi kebetulan tidak bisa hadir. Maka siapa saja yang kemarin hadir dalam acara panen raya itu, lebih baik segera tes. Kita tidak tahu kemarin ketemu siapa, kiri kanan siapa yang kemungkinan bisa menularkan virus itu," tambahnya.

Simak video pilihan berikut ini: