Bupati: Penularan COVID-19 di Sleman Sangat Mengkhawatirkan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kasus penularan COVID-19 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus menanjak. Dalam kurun waktu empat hari terakhir, ada 1.144 kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sleman.

Bupati Sri Purnomo mengeluarkan Surat Edaran yang berisi imbauan dan seruan agar masyarakat di rumah saja dan tidak bepergian demi memutus rantai penularan COVID-19.

Kustini melalui SE Bupati ini meminta warga Sleman untuk di rumah saja dalam kurun waktu 7 hari ke depan. Masyarakat diminta keluar rumah hanya untuk kepentingan pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan mendesak.

"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Sleman untuk berada di rumah saja selama satu minggu ini. Ini langkah yang harus kita ambil mengingat angka penularan di Sleman selama dua minggu ini sangat mengkhawatirkan," tulis Kustini.

Kustini menilai masyarakat kini masih beraktivitas di luar rumah yang tidak terlalu mendesak dan berkerumun. Dia menyebut bahwa ada penurunan tingkat kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Dia berharap agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19, yaitu disiplin memakai masker, disiplin mencuci tangan, dan disiplin menjaga jarak.

Kustini meminta panewu, lurah, tokoh masyarakat, kader karang taruna hingga PKK bisa membantu menyosialisasikan gerakan 'Sesarengan Jogo Sleman' sekaligus memberikan contoh. Dengan kepemimpinan yang tepat dan gerakan gotong royong ini, diharapkan penyebaran virus corona di Sleman bisa disetop.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel