Bupati Puncak Tak Izinkan ASN dan Pegawai Kontrak Keluar dari Beoga

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bupati Puncak Willem Wandik meminta para aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai kontrak untuk sementara tetap bertahan di Beoga.

"Saya berharap ASN dan semuanya tetap berada di Beoga sampai kondisi aman baru saya izinkan keluar, karena selaku Bupati Puncak akan mengizinkan mereka selama dua atau tiga pekan meninggalkan tempat tugas, " kata Bupati Wandik, Selasa, 13 April 2021.

Saat ini, katanya, warga belum bisa keluar dari Beoga karena terkendala transportasi, namun bila situasi kondusif maka Pemda Puncak akan membantu memfasilitasi mereka.

Mereka memang membutuhkan pemulihan trauma dengan mengizinkan keluar sementara dan kembali lagi bertugas ke Beoga karena masyarakat sangat membutuhkan pelayanan mereka, ujar Wandik.

Kepala Polsek Beoga Ipda Ali Akbar secara terpisah mengatakan sejak terjadinya kasus penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), Kamis (8/4), tidak ada lagi pesawat yang masuk dan mendarat di Beoga kecuali pesawat yang mengevakuasi jenazah dua orang guru yang menjadi korban.

Pesawat itu juga tidak membawa logistik sehingga warga bertahan dengan bahan makanan yang ada, kata Ali Akbar seraya menjelaskan di Beoga memang ada 12 warung atau kios besar dan kecil, namun persediaan mereka juga mulai menipis.

Tidak mudah mendarat di lapangan terbang Beoga karena sebelum mendarat pesawat harus terbang melintas di sebelah utara yang kini menjadi tempat persembunyian KKB.

"Pintu masuk ke lapangan terbang Beoga melalui sisi utara dimana KKB bersembunyi sehingga saat pesawat terbang rendah ketika mau mendarat dapat menjadi sasaran tembak, " kata Ali Akbar.

Akbar mengakui lapangan terbang sudah dikuasai, namun pintu masuk ke lapangan terbang masih berisiko sehingga pilot takut untuk terbang ke Beoga.

Untuk mencapai lokasi itu cukup sulit karena berada di ketinggian sehingga dengan mudahnya KKB menembak bila anggota menuju lokasi tersebut, kata Ali Akbar.

Ketika ditanya tentang warga yang mengungsi, Ali mengatakan yang mengungsi di markas Polsek tercatat 3 orang, di markas Koramil 8 orang, dan sebanyak 31 orang memilih tetap tinggal di rumahnya namun letaknya dekat Koramil.

Aksi penembakan yang dilakukan KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak menyebabkan dua orang meninggal, yakni Oktovianus Rayo yang ditembak Kamis (8/4) dan Yonatan Renden ditembak Jumat (9/4). (ant)