Bupati Situbondo tanda tangani perjanjian pinjaman program PEN

·Bacaan 1 menit

Bupati Situbondo Karna Suswandi menandatangani perjanjian pinjaman daerah sebesar sekitar Rp250 miliar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari PT Sarana Multi Infrastruktur.

"Selama dua tahun ini nyaris tidak ada pembangunan infrastruktur jalan maupun irigasi. Karena semua pembangunan terfokus untuk penanganan pandemi COVID-19," kata Karna Suswandi di Situbondo, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa pinjaman dana pemulihan ekonomi nasional sekitar Rp250 miliar itu untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat akibat bencana non-alam (pandemi COVID-19).

Melalui pinjaman dana tersebut, kata dia, pemerintah daerah setempat segera membangun ratusan titik infrastruktur jalan dan saluran irigasi di perdesaan yang sudah rusak.

"Alhamdulillah hari ini kami sudah menandatangani perjanjian pinjaman dana program PEN. Semoga ini bisa segera terealisasi dan ekonomi masyarakat terus bergerak," ujar Bupati yang akrab disapa Bung Karna.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Situbondo Abdurrahman mengemukakan bahwa dengan adanya program PEN ini infrastruktur jalan dan irigasi dapat diperbaiki dengan cepat, yang tentunya akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Pinjaman dana PEN legal karena diprakarsai oleh Kementerian Keuangan atas rekomendasi Kementerian Dalam Negeri yang tujuannya untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

"Karena selama kurun waktu dua tahun diterjang pandemi, sehingga program pembangunan terhambat," katanya.

Rencana pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi ini sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) dan Perubahan APBD 2021.
Baca juga: Menkeu: Pemulihan perekonomian perlu disertai reformasi struktural
Baca juga: Bank Mandiri catat nilai restrukturisasi kredit capai Rp148 triliun
Baca juga: Menko Airlangga : realisasi PEN capai 45,8 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel