Bupati Sumenep dan Istri Positif COVID-19

Syahrul Ansyari, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA - Bupati Sumenep A Busyro Karim dan istri, Nurfitriana Busyro, terpapar Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 dengan gejala ringan. Keduanya kini menjalani isolasi mandiri di sebuah rumah sakit yang tidak disebutkan secara spesifik.

Informasi soal itu diumumkan sendiri oleh Fitri, panggilan Nurfitriana Busyro, di akun Instagramnya, @fitri_busyro pada Rabu malam, 16 Desember 2020, sekitar pukul 21.30 WIB. Fitri juga mengunggah fotonya bersama sang suami duduk di sebuah bangsal tengah berswafoto dengan pose tersenyum.

Keduanya mengenakan pakaian khas rumah sakit berwarna hijau. Tangan Busyro terlihat diinfus.

"Alhamdulillah, dengan ini kami sampaikan bahwa sejak Senin 14 Desember 2020, ibu dan Buya @busyrokarim menjalani isolasi di TAHU karena terkonfirmasi terkena COVID dengan gejala ringan," tulis Fitri di akun Instagramnya.

Baca juga: Jawa Timur Siapkan Gerbong Kereta untuk Rawat Pasien COVID-19

Fitri meminta masyarakat, terutama warga Sumenep, agar mendoakan ia dan suaminya sembuh dan bebas dari virus yang kali pertama mewabah di Wuhan, China, itu. "Untuk itu kami tetap mengimbau masyarakat untuk terus ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Mohon doanya agar segera diberi kesehatan kembali," pinta anggota DPRD Jatim itu.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, mengaku belum menerima data pasien positif COVID-19 atas nama A Busyro Karim. Ia mengaku belum tahu apakah Busyro dirawat di rumah sakit karena COVID-19 atau sakit biasa.

Di bagian lain, Wakil Bupati Pamekasan, Rajae, dan istri serta satu pejabat kepala dinas di kabupaten setempat dan pasangan sahnya juga dikabarkan terpapar COVID-19. Wabup dikabarkan dirawat di RSUD Soetomo Surabaya, sementara tiga pasien lainnya dirawat di RSUD Pamekasan.

Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Pamekasan, Syaiful Hidayat, membenarkan dua pejabat di lingkungan Pemkab setempat terpapar COVID-19. Namun, dia “ogah” menyebutkan secara spesifik jabatan dua pasien COVID-19 itu.

"Tanya ke Pak Sigit (Kabag Humas dan Protokol Pemkab Pamekasan)," katanya saat dihubungi VIVA. (ren)