Bupati Tantriana Terjerat OTT KPK, Pejabat Probolinggo Pilih Bungkam

·Bacaan 1 menit
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan sang suami anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Hasan Aminudin. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Probolinggo - Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo dan pimpinan DPRD memilih bungkam soal operasi tangkap tangan KPK terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.

Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko dan Kepala Diskominfo Probolinggo Yulius Christian tidak mengangkat telepon meski dihubungi berkali-kali, juga tidak membalas saat dikonfirmasi mengenai OTT KPK melalui pesan singkat.

Pimpinan DPRD Probolinggo saat dikonfirmasi per telepon untuk dimintai tanggapan soal penangkapan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari juga tidak menjawab.

"Maaf saya masih rapat," kata Wakil Ketua DPRD Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma dalam pesan singkatnya, dikutip dari Antara, Senin (30/8/2021).

Suasana di Kantor Bupati Probolinggo dan rumah dinas Bupati Puput Tantriana Sari terlihat sepi usai operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik lembaga antirasuah di Kabupaten Probolinggo tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan, penyidik KPK juga menangkap suami Bupati Probolinggo yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin di rumah tersebut.

Penangkapan orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo tersebut diduga terkait dugaan kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo.

10 Orang Ditangkap

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta mengatakan ada sekitar 10 orang yang ditangkap di antaranya kepala daerah, beberapa ASN Pemkab Probolinggo, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Saat ini, kata dia, tim KPK masih meminta keterangan kepada pihak-pihak yang ditangkap tersebut dan kemudian dalam waktu 1x24 jam maka pihak KPK segera tentukan sikap terhadap hasil kegiatan penyelidikan dimaksud.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel