Bupati Thoriq: 3.361 Rumah di Lumajang Rusak Terdampak Gempa Malang

·Bacaan 2 menit
Seorang warga melintas di dekat rumah warga yang ambruk setelah diguncang gempa di Dusun Krajan, Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Sejumlah rumah yang rusak berat terpaksa dirobohkan untuk meminimalisir adanya korban jika terjadi gempa susulan (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)

Liputan6.com, Surabaya - Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyatakan, sebanyak 3.361 jumlah rumah rusak akibat gempa Malang Sabtu 10 April lalu. Rumah tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Lumajang.

Hasil verifikasi lapangan terbaru oleh BPBD Lumajang tercatat 3.361 rumah dilaporkan rusak dengan rincian 618 rusak berat, 752 rusak sedang dan yang rusak ringan 1.991 rumah, sehingga itu data terbaru dari data sebelumnya dilaporkan 2.526 rumah rusak akibat gempa bumi.

"Data yang terbaru adalah 3.361 rumah rusak berdasarkan verifikasi lapangan by name by addres beserta foto dan lokasinya betul-betul kami pastikan ada, sehingga kami sampaikan kepada BNPB untuk diverifikasi," kata Thoriqul Haq Lumajang, Sabtu (24/4/2021) seperti dikutip dari Antara.

Bupati yang akrab disapa Cak Thoriq itu berharap adanya percepatan anggaran pemulihan dan rekonstruksi pascabencana di Lumajang, agar bantuan dari BNPB dapat segera direalisasikan.

Masyarakat yang rumahnya rusak berat mendapatkan bantuan Rp 50 juta berupa pembangunan rumah, rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta tunai melalui swakelola.

"Selama menunggu sebelum realisasi pembiayaan dari BNPB, kami akan melakukan pembangunan hunian layak sementara bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sehingga masyarakat ada tempat tinggal yang layak yang sehat bersama keluarga," tuturnya.

BNPB Apresiasi

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai yang datang ke Kabupaten Lumajang mengapresiasi kinerja Bupati Thoriq dalam penanganan darurat kebencanaan yang dinilai tanggap.

"Tidak hanya terkait penyaluran logistik yang dinilai baik, namun juga terkait administrasi dan pendataan rumah terdampak gempa yang dinilai cepat," katanya.

Ia mengapresiasi pendataan korban terdampak gempa yang administrasinya berdasarkan nama dan alamat sudah sangat lengkap dengan NIK dalam waktu dua pekan, sehingga kurang dari 1 bulan sudah terpenuhi semuanya.

"Itu bagian yang luar biasa dan sangat bagus sekali karena biasanya paling cepat datanya dicukupi minimal 1 bulan. Saya sangat mengapresiasi kinerja Bupati Lumajang," ujarnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: