Bupati Wajo Kalah Melawan Anak Buahnya di Pengadilan

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mahyuddin

TRIBUNNEWS.COM, WAJO -- Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru kalah dalam Pengadilan Tata Usahan Negara (PTUN) Makassar. Tergugat Bupati Wajo kalah oleh penggugat Kepala Bidang Tekhnis, Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan dan Informatika Kabupaten Wajo, Alfian Jaya.

Gugatan Alfian yang dilayangkan Juli lalu ke PTUN lantaran tidak menerima dirinya dinonjobkan tanpa alasan. Alfian menggugat keputusan Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru dengan alasan keputusan bupati itu tidak sesuai dengan aturan yang ada.

"Sidang yang dipimpin oleh Primatyanto Abdoellah di PTUN Makassar kemarin memenangkan saya sebagai penggugat dalam perkara tersebut. Dalam amar putusannnya majelis Hakim memutuskan membatalkan semua SK yangterbit dari bupati," ungkap Alfian, Kamis (4/10/2012)

Ia menyebutkan, ada dua SK yang dinyatakan batal, yakni SK pemberhentiannya dan SK pemberhentian Marsuki yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Tekhnis, Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan dan Informatika Kabupaten Wajo yang menggantikan Alfian. Alfian menambahkan, dengan keputusan tersebut maka Bupati harus memulihkan dan mengembalikan hak-hak penggugat dan mengganti semua biaya perkara.

"Putusan ini agar menjadi dasar bahwa kekuasaan dan kewenangan bupati juga ada batasan dan ada aturannya sehingga Bupati tidak berbuat semaunya terhadap semua PNS," jelasnya.

Alfian menuturkan, pengangkatan pegawai memiliki mekanisme yang dicantumkan dalam peraturan
pemerintah tentang kepegawaian sama halnya pencopotan juga memiliki mekanisme. Bahkan, dalam surat keputusan pencopotannya seakan menganggapnya tidak becus dan loyal kepada pimpinan. Padahal bila Bupati tidak menyukai kinerja pejabatnya, mestinya diberi teguran bukan langsung dinonjobkan.

Kuasa Hukum Bupati Wajo A Burhanuddin Unru, Ismail Ali yang di hubungi menjelaskan, putusan PTUN tingkat pertama kliennya mengalami kekalahan. Namun, menurutnya, putusan itu barulah putusan tingkat pertama sehingga masih ada upaya hukum banding sesuai dengan batas yang diberikan untuk mengajukan banding.

Kendati demikian, Ismail belum bisa memastikan bahwa kliennya tersebut akan mengajukan banding
karena belum bertemu dengan Andi Burhanuddin Unru. Namun, besar kemungkinan akan diadakan upaya banding.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.