Buron 20 Tahun, Bos Mafia Tertangkap Usai Terlihat di Google Maps

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Seorang bos mafia Italia yang telah menjadi buronan selama hampir 20 tahun akhirnya ditangkap. Penangkapan bos mafia ini sendiri justru terjadi secara tidak sengaja.

Bos mafia yang bernama Gioacchino Gamino diketahui merupakan seorang terpidana atas kasus pembunuhan. Ia merupakan terpidana yang terdaftar di antara gengster paling dicari di Italia. Pasalnya, ia telah buron selama hampir 20 tahun.

Dilansir Liputan6.com dari Oddity Central, Rabu (12/1/2022), ia ditangkap di kota Galapagar, sebuah kota kecil yang terletak di dekat Madrid, Spanyol. Penemuan Gioacchino Gamino sendiri terbilang tak disengaja. Pasalnya, ia ditemukan usai foto dirinya secara kebetulan tertangkap di Google Maps.

Penemuan sosok Gioacchino Gamino di jalanan kota kecil yang berada di Spanyol ini pun langsung membuat pihak berwajib melakukan konfirmasi. Bahkan, surat perintah penangkapan pun langsung dikeluarkan.

Penyamaran terungkap berkat Google Maps

Buron 20 Tahun, Bos Mafia Tertangkap Usai Terlihat di Google Maps (sumber: Oddity Central)
Buron 20 Tahun, Bos Mafia Tertangkap Usai Terlihat di Google Maps (sumber: Oddity Central)

Gioacchino Gamino diektahui telah melarikan diri dari penjara Rebibbia Roma pada 2002 lalu. Sedangkan pada 2003 ia divonis penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan yang dilakukan beberapa tahun sebelumnya. Surat perintah penangkapan di Eropa pun telah dikeluarkan sejak 2014 lalu. Bahkan, pihak berwenang berhasil melacak Gioacchino Gamino yang diketahui berada di Spanyol.

Dalam foto yang beredar di Google Maps terlihat adanya dua orang pria yang tengah mengobrol di depan toko sayur dan buah. Dua pria tersebut sendiri diketahui membantu pihak berwenang dalam mengonfirmasi Gioacchino Gamino.

“Fotogram itu membantu kami mengonfirmasi penyelidikan yang kami kembangkan dengan cara tradisional,” uajr Nicola Altiero, selaku wakil direktur unit polisi anti-mafia Italia (DIA).

Pihak jaksa Francesco Lo Voi juga menegaskan jika pihak berwajib sebelumnya tak pernah mengarungi Google Maps untuk melacak keberadaan seorang buronan mafia.

"bukannya kami menghabiskan hari-hari kami mengarungi Google Maps untuk menemukan buronan. Saya kira mereka mungkin telah diberi tahu oleh seseorang, yang, sekali lagi, agak aneh, karena anggota mafia Italia itu sangat berhati-hati agar tidak ketahuan." ujar Jaksa seperti yang dilansir dari Oddity Central, Rabu (12/1/2022).

Ubah identitas dan menyamar sebagai koki

Gamino sendiri diketahui ditangkap oleh pihak kepolisian pada akhir Desember 2021 lalu. Bahkan, hal yang pertama kali ia tanyakan pada pihak berwajib usai ditangkap ialah cara mereka mengetahui keberadaannya.

"Bagaimana Anda menemukan saya? Saya bahkan belum menelepon keluarga saya selama 10 tahun!”. ujarnya.

Ia pun diketahui telah mengubah identitasnya serta bekerja sebagai seorang koku di restoran lokal. Ia bahkan memasak makanan Itallia termasuk hidangan Cena Siciliana atau makan malam Italia.

Pihak Jaksa Penuntut Umum bahkan berusaha mengkonfirmasi identitasnya dan berhasil menemukan Gamino dalam laman Facebook restoran La Cocina de Manu. Ia pun dikenali sebagai buronan karena bekas luka di sisi kiri dagu.

Bukan pertama kali Google Maps ungkap penyamaran

Gioacchino Gamino dicari karena pembunuhan dan beberapa kejahatan terkait mafia. Ia diketahui merupakan klan dari mafia di Agrigento, Sisilia. Sebelumnya ia pernah ditangkap dan mendapat hukuman pada 1998, namun empat tahun setelahnya ia melarikan diri dari penjara Rebibbia di Roma.

Ini bukan kali pertama Google Maps mengungkapkan sebuah penyamaran seseorang. Sebelumnya, seorang pria di Peru memilih menceraikan istri yang diketahui tengah berselingkuh setelah melihat fotonya dalam Google Street View pada 2018. Kasus ini pun sempat menjadi perbincangan banyak publik di berbagai belahan dunia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel