Buron Bos Pabrik Tekstil Diduga Kabur ke Singapura  

TEMPO.CO, Semarang - Kepolisian Daerah Jawa Tengah memasukkan Komisaris PT Delta Merlin Dunia Tekstil (DMDT) Karanganyar, Indriati binti Yauwa Kaw, ke dalam daftar pencarian orang. Indriati ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran hak cipta kain grey rayon milik PT Sri Rejeki Textile (PT Sritex).

»Penyidik sudah mencari ke tempat-tempat yang diduga jadi persinggahan Indriati, tapi yang bersangkutan tidak juga ditemukan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Djihartono, Senin, 4 Februari 2013.

Dalam kasus ini, Polda juga menetapkan status tersangka terhadap Sumitro. Presiden Komisaris PT Delta Merlin Dunia Textile ini juga sudah ditetapkan sebagai buronan. Dari catatan imigrasi, Soemitro terbang ke Singapura saat ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Khusus, Komisaris Besar Guntur Laupe, memperkirakan tersangka Indriati sudah melarikan diri ke Singapura. "Ada kemungkinan ke sana juga," kata dia. Indriati disangka melanggar Undang-Undang Hak Cipta.

Kasus ini berawal dari laporan PT Sritex yang menuding terjadi pemalsuan kain oleh PT DMDT pada 29 Juli 2011. Awalnya, kasus ini ditangani Polres Karanganyar, kemudian diambil alih Polda. Polda menahan dua orang, yakni Direktur PT DMDT Jau Tau Kwan serta distributor kain Ratu Modern di Tanah Abang, Jakarta, Lie Lay Hok, sebagai pemesan kain dari PT DMDT.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Karanganyar telah menjatuhkan vonis bebas terhadap Jau Tau Kwan pada 22 Maret 2012. Atas putusan itu, jaksa mengajukan kasasi. Hasilnya, hakim MA menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada Jau Tau Kwan serta menjatuhkan denda Rp 1 miliar.

Hakim MA menilai terdakwa terbukti bersalah karena melanggar Pasal 72 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, yaitu PT Duniatex telah secara sengaja dan tanpa hak memproduksi dan memperbanyak kain grey rayon dengan kode garis kuning di sepanjang tepi kain. Jaksa menilai dalam kasus ini yang menjadi korban adalah PT Sritex sebab hak ciptanya dilanggar PT Delta Merlin.

Djihartono menyatakan pengusutan terhadap Soemitro dan Indriati setelah Mahkamah Agung dalam putusan kasasinya membatalkan vonis bebas Direktur PT Delta Merlin Dunia Tekstil, Jau Tau Kwan. Djihartono menyatakan perkara Soemitro dan Indriati sebagai pengembangan kasus dengan terdakwa Jau Tau Kwan tersebut.

ROFIUDDIN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.