Buronan Adelin Lis Jalani Karantina 14 Hari di Rutan Kejagung

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kejaksaan Agung berhasil memulangkan ke Indonesia buronan kasus pembalakan liar, Adelin Lis, malam ini dari Singapura. Guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 dia akan menjalani karantina selama 14 hari di Rumah Tahanan Kejaksaan Agung.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer mengatakan, isolasi COVID-19 terhadap Adelin Lis akan dilakukan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta cabang Kejaksaan Agung.

"Terpidana akan dilakukan Karantina kesehatan selama 14 hari, dan kita tempatkan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung," ujar Leonard saat rilis kasus Adelin Lis di kantor Kejagung, Sabtu 19 Juni 2021.

Lanjut Leomard, Adelin Lis akan mejalani proses hukum di lembaga pemasyarakatan, jika masa karantina 14 hari oleh Adelin Lis sudah selesai.

"Swab antigen, dan dinyatakan negatif. Besok kita akan coba lagi pemeriksaan perdana PCR selama karantina kesehatan," ujarnya.

Baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Kendari Naik Signifikan

Dalam proses rilis kasus di Kejaksaan Agung Adelin Lis terlihat mengenakan berompi tahanan Kejaksaan warna merah jambu dan mengenakan masker. Dengan pengawal petugas, Adelin Lis juga terlihat dengan tangan terborgol.

Diketahui, Adelin Lis adalah buronan kelas kakap kasus illegal logging atau pembalakan liar pada 2006 lalu. Adelin Lis sempat tertangkap KBRI Beijing namun berhasil kabur dari kawalan dan menghilang.

Kemudian pada November 2007, Pengadilan Negeri Medan memvonis bebas Adelin Lis, Selanjutnya Pada Juli 2008, Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum, Adelin diputus 10 tahun penjara dan denda.

Sementara itu, pada 16 Juni 2021 Adelin ditangkap di Singapura oleh petugas Kejagung dan dipulangkan ke Indonesia naik pesawat carter Garuda Indonesia yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel