Buronan Kasus Korupsi Divestasi Saham KPC Dicokok  

TEMPO.CO, Samarinda - Kepala Kejasaan Negeri Sangatta, Kalimantan Timur, Didik Farkhan mengatakan telah menangkap Anung Nugroho, buron tersangka kasus korupsi Divestasi Saham KPC, Jumat, 14 Juni 2013 sekitar pukul 21.45 WIB. Anung, kata Didik, ditangkap saat akan bertemu dengan istrinya di lobi Hotel Ibis Solo.

"Tadi malam kami tangkap di lobi Hotel Ibis Solo," kata Didik Farkhan saat dihubungi di Samarinda, Sabtu, 15 Juni 2013.

Anung Nugroho merupakan buron kasus pemanfaatan dana penjualan saham hasil divestasi saham PT Kaltim Prima Coal. Sebagai Direktur Utama PT Kutai Timur Energi, dia divonis bersalah dalam putusan Mahkamah Agung. Pemerintah Kutai Timur mendapat 5 persen saham dan dijual dengan harga US$ 63,5 juta atau setara dengan Rp 576 milyar. Dana ini dikelola PT KTE sebagai perusahaan daerah Kutai Timur.

Kasus ini sempat menyeret Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak sebagai tersangka. Awang Faroek kala itu menjabat sebagai Bupati Kutai Timur. Belakangan Kejaksaan Agung menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kepada Awang Faroek Ishak.

Menurut Didik, Kejari Sangatta bekerja sama dengan Kejaksaan Agung telah mengintai keberadaan Anung sejak 10 hari terakhir. Sebelum ke Hotel Ibis Solo, tim Kejari sempat mencari di rumah, tempat kerja di Jakarta. Anung akhirnya terdeteksi di Solo, Jawa Tengah.

Ia menambahkan, Anung saat ini sedang dalam perjalanan dari Solo menuju Bandara Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur. Anung bersama tim kejaksaan menumpang pesawat City Link bertolak dari Solo pada 13.30 WIB dan akan tiba di Balikpapan sekitar satu jam setelahnya. Didik mengatakan, Anung segera diboyong ke Kutai Kartanegara untuk dijebloskan dalam penjara. "Di Sangatta belum ada rumah tahanan," kata Didik.

Selain Anung Nugroho, buronan lain dalam kasus yang sama, Apidian Tri Wahyudi juga akan segera dieksekusi. Apidian, kata Didik, melalui pengacaranya akan menyerahkan diri pada 20 Juni 2013. Didik mengabarkan jika Apidian saat ini tengah sakit dan menjalani pengobatan. "Alasan tanggal 20 karena tanggal 19 Juni Apidian akan mendapat pengobatan terakhir dari penyakit gula darah akut yang dideritanya," kata dia.

Didik membandingkan dengan buronan yang lain PT Kutai Timur Energi Direktur Apidian Tri Wahyusi, Anung Nugroho dinilali tak kooperatif dalam kasus ini. Tak seperti pengacara Apidian, pengacara Anung Nugroho tak pernah berkoordinasi.

FIRMAN HIDAYAT

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.