Buronan Mabes Polri Ditangkap di Lhokseumawe

Laporan Wartawan Serambi Indonesia/Jafaruddin

TRIBUNNEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Tim Gabungan Direktorat Narkoba Markas Besar (Mabes) Polri bersama Polda Aceh, Sumatera Utara dan Polres Lhokseumawe, Sabtu (29/10/2011) meringkus seorang pemasok ganja dari Aceh ke Jakarta yang sudah menjadi target operasi (To) Mabes Polri.

Tersangka, Muk (35) warga Desa Me Kandang Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe ditangkap di salah satu warung kopi kawasan Desa Pusong Baru Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso melalui Kasat Narkoba Iptu Poelong kepada Serambi menjelaskan, tersangka berhasil ditangkap atas pengembangan penyidikan yang dilakukan tim Direktorat Narkoba Mabes Polri setelah
 menangkap tiga tersangka lain, bersama barang bukti 50 kg ganja.

Mereka lanjut Iptu Poelong ditangkap di kawasan Ciputat, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Selasa (25/10/2011) lalu saat membawa barang bukti tersebut.
Masing masing kata Iptu Poelong Ilham dan Yudi. Kedunya warga Jakarta dan satu lagi Saiful Rasyid, warga Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

“Dalam pengembangan di Mabes, diketahui selama ini mereka bekerja sama dengan Muk untuk pengiriman ganja dari Aceh ke Jakarta melalui Medan. Kemudian ganja tersebut dieadarkan seluruh kawasan Jakarta,” katanya.

Untuk membongkar jaringan mereka lanjut Iptu Poelong, Mabes Polri berkerjasama dengan Direktorat Polda Sumut dan kemudian Aceh untuk mendeteksi keberadaan pelaku yang mengirimkan ganja tersebut. Ternyata  selama ini yang menjadi pengirim ganja adalah tersangka Muk.

“Setelah memastikan keberadaan pelaku, siang tadi tim gabungan Mabes, Polda Sumut, Aceh dan Polres Lhokseumawe langsung meringkus tersangka di sebuah warung kopi. Tak lama kemudian tersangka langsung dibawa ke Mabes Polri untuk proses penyidikan,” kata Kasat Narkoba, Iptu Poelong.

Disebutkan Iptu Poelong, dalam pemeriksaan awal di Polres tersangka mengaku sudah tujuh kali mengirimkan ganja dari Aceh ke Jakarta melalui Medan dalam jumlah ratusan kilogram. Namun, tersangka belum mengaku darimana sumber barang tersebut didapatkan.

“Kemungkinan besar tersangka bekerjasama dengan orang lain, karena itu kita akan terus melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan mereka,” demikian Iptu Poelong.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.