Bursa Australia ditutup untung, terkerek naiknya saham teknologi

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Pasar saham Australia ditutup lebih tinggi pada hari Selasa berkat kenaikan di sektor teknologi, industri, dan barang konsumen non-primer.

Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 57,20 poin atau 0,84 persen menjadi 6.885,90, sedangkan Indeks All Ordinaries naik 69,70 poin atau 0,99 persen menjadi 7.133,90.

"Hampir setiap sektor membaik, dengan hanya energi dan utilitas yang melemah. TI memimpin kenaikan, naik 5,14 persen, sementara barang konsumen non-primer naik 1,37 persen dan material naik 0,82 persen," kata Penulis Keuangan CommSec Daniel O'Leary.

"Saham-saham terkait perjalanan menguat setelah pengumuman pembukaan koridor perjalanan Trans-Tasman antara Australia dan Selandia Baru."

Baca juga: Saham Australia dibuka melonjak dipicu kenaikan sebagian besar sektor

Bank Sentral Australia (RBA) akan mengadakan pertemuan bulanan Selasa sore, sementara pasar (konsensus Bloomberg) mengharapkan tidak ada perubahan suku bunga.

Di ruang keuangan, saham bank-bank besar bervariasi dengan Commonwealth Bank turun 0,21 persen, National Australia Bank naik 0,50 persen, Westpac Bank naik 0,65 persen dan ANZ naik 0,39 persen.

Saham-saham pertambangan naik dengan BHP naik 0,44 persen, Rio Tinto naik 0,11 persen, Fortescue Metals naik 1,38 persen, dan penambang emas Newcrest naik 2,12 persen.

Baca juga: Bursa Australia ditutup untung, terangkat kenaikan saham teknologi

Saham produsen minyak dan gas negara itu bervariasi dengan Oil Search turun 1,22 persen, Santos turun 1,69 persen, tetapi Woodside Petroleum naik 0,50 persen.

Saham supermarket terbesar Australia bervariasi dengan Coles tidak berubah, dan Woolworths naik 0,22 persen.

Sementara itu saham raksasa telekomunikasi Telstra tidak berubah, maskapai nasional Qantas melonjak 3,14 persen dan perusahaan biomedis CSL terangkat 0,23 persen.

Baca juga: Saham Aussie dibuka turun tipis, sektor industri imbangi teknologi