Bursa Calon Ketum PPP, dari Khofifah hingga Sandiaga Uno

Daurina Lestari, Reza Fajri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Partai Persatuan Pembangunan atau PPP akan melaksanakan Muktamar IX pada 19-21 Desember 2020 di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satu agenda muktamar yaitu memilih ketua umum yang baru.

Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani, menjelaskan, pihaknya membuka partisipasi seluasnya untuk menjadi ketua umum. Dari sini kemudian beredar nama-nama yang diprediksi maju sebagai calon ketua umum.

"Ada yang dari internal, yang pertama pak Plt Ketum Suharso Monoarfa, dan kedua pak Majelis Pertimbangan, Pak Mardiono yang saat ini merupakan anggota Wantimpres," kata Arsul secara virtual, Senin 2 November 2020.

Kemudian, kata dia, ada politikus senior PPP yang pernah menjadi Wakil Ketua DPD, Ahmad Muqowam. Juga ada Ketua Fraksi PPP Amir Uskara yang masuk bursa caketum.

Baca juga: BPS: Inflasi Inti Masih Rendah, Daya Beli Masyarakat Belum Pulih

Arsul juga mengakui ada nama-nama lain yang masuk bursa dan berasal dari eksternal PPP. Seperti Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

"Kemudian, ada juga dari Pak Sandiaga Uno," ujar Arsul.

Sandiaga secara mengejutkan diusulkan oleh sejumlah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk menjadi ketua umum PPP. Hal ini tentu cukup menjadi sorotan mengingat Sandiaga adalah kader Partai Gerindra.

Muktamar IX PPP memiliki tiga agenda besar. Pertama, penyampaian LPJ PPP periode yang akan berakhir ini. Kedua, adalah hal-hal terkait dengan program PPP ke depan, termasuk pembaharuan visi dan misi AD/ART, rekomendasi dan keputusan partai terkait posisi PPP untuk lima tahun yang akan datang.

Ketiga, agendanya adalah untuk memilih ketua umum yang baru. Pemilihan ketum dilaksanakan dengan sistem formatur. Yang terpilih jadi ketum akan menjadi formatur dan dibantu perwakilan DPW dan DPC.

Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menanggapi munculnya nama Sandiaga dalam bursa ketum PPP. "Pertama, Sandi Uno adalah kader Partai Gerindra menjabat wakil Dewan Pembina Partai Gerindra," kata Dasco, kepada wartawan, Senin 26 Oktober 2020.

Dasco mengatakan, dengan munculnya isu ini menandakan bahwa Sandiaga bisa diterima di masyarakat dan mempunyai pemilih yang besar. "Ya memang ajakan menjadi ketua umum partai lain berarti Sandi diterima dan mempunyai pemilih yang besar. Sehingga kemudian nggak cuma PPP yang menawarkan," kata Dasco.