Bursa Jepang menguat terangkat SoftBank dan saham perjalanan

·Bacaan 2 menit

Saham-saham Jepang melonjak pada perdagangan sesi pagi Selasa, dipimpin oleh SoftBank dan saham-saham terkait perjalanan, karena meredanya kekhawatiran atas dampak ekonomi dari varian baru virus corona Omicron meningkatkan sentimen.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) melonjak 1,27 persen menjadi 28.282,01 poin pada penutupan tengah hari, sementara indeks Topix yang lebih luas terangkat 1,23 persen menjadi 1.971,44 poin.

Pasar Jepang juga mengikuti indeks-indeks utama Wall Street lebih tinggi karena investor didorong oleh beberapa komentar optimis dari pejabat tinggi AS tentang varian terbaru COVID-19.

"Kami memiliki rincian lebih lanjut tentang Omicron dan tampaknya dampaknya tidak akan terlalu serius. Itu telah memberikan kelegaan kepada investor," kata Kazuharu Konishi, kepala ekuitas di Mitsubishi UFJ Kokusai Asset Management.

SoftBank Group, investor perusahaan rintisan teknologi global yang menyeret Nikkei ke bawah di sesi sebelumnya, melonjak 7,76 persen dan merupakan persentase keuntungan terbesar pada indeks.


Baca juga: Saham Jepang berakhir lebih rendah, indeks Nikkei tergerus 0,36 persen


Saham-saham kelas berat lainnya menguat, dengan pemilik toko pakaian Uniqlo, Fast Retailing meningkat 0,84 persen dan pembuat peralatan pembuat chip Tokyo Electron naik 0,82 persen.

Saham-saham yang akan mendapat manfaat dari pembukaan kembali ekonomi naik, dengan maskapai penerbangan dan operator kereta api memimpin kenaikan dari 33 sub-indeks industri bursa, masing-masing melonjak 3,05 persen dan 2,2 persen.

Layanan daring terkait perjalanan Open Door melonjak 7,61 persen dan Airtrip terangkat 5,41 persen.

"Pasar telah bergejolak secara global. Tetapi volatilitas ini menunjukkan bahwa pasar digerakkan oleh spekulasi oleh investor jangka pendek," kata Shigetoshi Kamada, manajer umum di departemen riset di Tachibana Securities.


Baca juga: Saham Jepang tergelincir terseret kekhawatiran Omicron dan SoftBank


"Bahkan ketika kekhawatiran atas Omicron telah mereda, level 30.000 Nikkei telah menjadi target yang terlalu tinggi dan pasar akan berada di sekitar level 29.000 menjelang akhir tahun."

Nippon Suisan Kaisha anjlok 6,96 persen, adalah penderita kerugian terbesar dalam indeks acuan, diikuti oleh Z Holdings yang kehilangan 1,83 persen dan Konami Holdings turun 1,78 persen.

Ada 199 kenaikan pada indeks Nikkei melawan 23 penurunan.


Baca juga: Nikkei berbalik arah berakhir lebih tinggi, terangkat saham perjalanan

Baca juga: Indeks Nikkei jatuh terseret turunnya SoftBank, pasar khawatir Omicron

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel