Bursa Korsel jatuh terseret aksi jual saham teknologi

·Bacaan 1 menit

Saham-saham Korea Selatan jatuh pada perdagangan Selasa pagi, terseret oleh aksi jual saham-saham teknologi kelas berat, sementara investor juga mengamati data ekspor bulanan China yang akan dirilis hari ini.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) tergerus 19,58 poin atau 0,61 persen, menjadi diperdagangkan di 3.183,75 poin pada pukul 01.54 GMT, menuju penurunan pertama dalam tiga sesi terakhir.

Dikutip dari Reuters, saham raksasa chip Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 1,55 persen dan 0,94 persen, memimpin penurunan pada indeks acuan, sementara operator web portal Naver dan operator mobile messenger Kakao masing-masing melemah 1,43 persen dan 0,96 persen.

Investor asing adalah penjual bersih mencapai senilai 139,9 miliar won (120,81 juta dolar AS) di papan utama.

Pertumbuhan ekspor China diperkirakan akan melambat pada Agustus di tengah penutupan pelabuhan yang disebabkan oleh kasus baru COVID-19, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan pada Senin (6/9/2021), sementara laju impor juga melambat, menyoroti meningkatnya tekanan pada ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Sementara itu, mata uang lokal won dikutip pada 1.159,0 per dolar AS di platform penyelesaian domestik, 0,22 persen lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 1.156,5 per dolar. Di perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.157,8 per dolar, turun 0,1 persen dari hari sebelumnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah Korea 3 tahun paling likuid naik 0,4 basis poin menjadi 1,464 persen, sedangkan imbal hasil obligasi acuan 10-tahun melemah 0,2 basis poin menjadi 1,969 persen.

Baca juga: IHSG Selasa dibuka menguat 8,93 poin
Baca juga: Saham Australia datar, fokus beralih ke pertemuan bank sentral
Baca juga: Saham Inggris "rebound", indeks FTSE 100 terangkat 0,68 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel