Bursa Pengganti Brivio, dari Suppo hingga Pablo Nieto

Xaveria Yunita
·Bacaan 1 menit

Brivio hengkang usai mempersembahkan titel juara dunia pembalap. Pria Italia tersebut ingin mencari tantangan baru dengan Alpine F1.

Suppo bukan sosok asing di MotoGP. Ia pernah memimpin tim besar sekelas Ducati dan Repsol Honda.

Suppo mampu membantu dua tim tersebut meraih titel juara dunia lewat Casey Stoner dan Marc Marquez.

Namun, ia memilih mundur dari MotoGP pada 2017 dan menjadi konsultan Thok E-Bikes. Kini pria 56 tahun itu tak ragu mengaku kangen berkecimpung di ajang tersebut.

“Saya harus berpikir tentang itu…MotoGP adalah hidup saya selama beberapa tahun dan kadang saya merindukannya,” ujarnya seperti dikutip dari Speedweek.

“Kita lihat saja kalau Suzuki akan menelepon saya, kalau itu terjadi saya akan mendengarkan mereka dan kemudian kita lihat saja!”

Walaupun Livio Suppo sudah cukup berpengalaman, bukan berarti ia bisa langsung nyetel dengan atmosfer kerja tim.

Baca Juga:

Mir dan Rins Ucapkan Terima Kasih kepada Brivio Suzuki Terkejut Ditinggalkan Davide Brivio

Profil lain yang dianggap cocok adalah Davide Tardozzi, Manuel Cazeaux dan Pablo Nieto. Nama pertama sepertinya mustahil bergabung dengan pabrikan Jepang itu karena ia sudah terikat dengan Ducati hingga 2022.

Cazeaux merupakan engineer yang jadi kepala kru Alex Rins. Tentu saja, ia sudah mengetahui seluk beluk tim Suzuki.

Pablo Nieto sejak kecil akrab dengan dunia balapan karena ayahnya, Angel, legenda yang memenangi 13 titel juara dunia.

Ia penanggung jawab skuad VR46, milik Valentino Rossi, untuk Moto2 dan Moto3 sejak 2015. Ia membantu Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia meraih sukses.

Nieto mengisyaratkan suka mendengar rumor dirinya dikaitkan dengan Suzuki. Ia sadar ada tantangan terkait penghematan dan tuntutan mempertahankan gelar juara dunia.