Bursa Saham Asia Rontok, IHSG Merosot 1,18 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan Kamis (28/10/2201). Investor asing melakukan aksi jual di seluruh pasar dan bursa saham Asia kompak tertekan.

Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah 1,18 persen ke posisi 6.524,07. Indeks LQ45 merosot 1,46 persen ke posisi 942,81. Indeks acuan kompak tertekan. Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.600,24 dan terendah 6.509,87.

Sebanyak 381 saham melemah sehingga menekan IHSG. 152 saham menguat dan 131 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.389.198 kali dengan volume perdagangan 21,4 miliar saham.

Nilai transaksi harian Rp 13,5 triliun. Investor asing jual saham Rp 495,42 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.132.

Sebagian besar sektor saham melemah kecuali indeks sektor IDXtechnology naik 0,77 persen. Indeks sektor saham IDXenergy merosot 2,68 persen dan bukukan penurunan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXindustry melemah 2,22 persen dan IDXbasic merosot 1,94 persen.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Top Gainers dan Losers

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham POLU naik 24,71 persen

-Saham TRUS naik 24,56 persen

-Saham TRIS naik 24,22 persen

-Saham WAPO naik 20,83 persen

-Saham ATAP naik 13,89 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham DMND melemah 6,94 persen

-Saham BCIC melemah 6,94 persen

-Saham ITMG melemah 6,94 persen

-Saham ERTX melemah 6,93 persen

-Saham SAFE melemah 6,92 persen

Aksi Investor Asing

Pialang tengah mengecek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pialang tengah mengecek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BBNI senilai Rp 60,2 miliar

-Saham INDY senilai Rp 36,8 miliar

-Saham BBTN senilai Rp 25,5 miliar

-Saham PGAS senilai Rp 21,4 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 15,3 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham UNTR senilai Rp 75,3 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 69,8 miliar

-Saham PTBA senilai Rp 69,5 miliar

-Saham ASII senilai Rp 51,3 miliar

-Saham ITMG senilai Rp 44 miliar

Bursa Saham Asia

Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham Asia kompak tertekan. Indeks Hang Seng turun 0,28 persen, indeks Korea Selatan Kospi susut 0,53 persen, indeks Jepang Nikkei tergelincir 0,96 persen, dan indeks Thailand susut 0,11 persen.

Sementara itu, indeks Shanghai tergelincir 1,23 persen, indeks Singapura melemah 0,61 persen dan indeks Taiwan turun 0,19 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel