Bursa saham Australia berakhir jatuh dengan kerugian meluas

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Bursa saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin, dengan saham-saham teknologi dan penambang emas memimpin kerugian berbasis luas.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 60,70 poin atau 0,90 persen menjadi 6.697,20 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries berkurang 64,70 poin atau 0,92 persen menjadi 6.959,50 poin.

"Apa yang kami lihat hari ini sebenarnya adalah pasar lokal yang mencerminkan pergerakan di pasar berjangka AS yang juga mengarah lebih rendah," kata Analis Pasar CommSec, James Tao.

"Kerugian lokal terjadi di sebagian besar sektor dan penurunannya cukup tajam juga, kira-kira satu persen atau lebih untuk sebagian besar sektor."

Baca juga: Bursa Aussie dibuka melemah meski terjadi lonjakan saham energi

Saham-saham teknologi dan penambang emas adalah beberapa saham yang paling terpukul pada Senin, sementara saham-saham energi berkinerja lebih baik berkat kenaikan harga minyak yang kuat.

Di sektor keuangan, saham bank-bank besar beragam dengan Commonwealth Bank turun 0,55 persen, National Australia Bank turun 0,60 persen, Westpac Bank naik 0,05 persen dan ANZ naik 0,04 persen.

Saham-saham pertambangan jatuh dengan BHP turun 0,36 persen, Rio Tinto turun 1,30 persen, Fortescue Metals turun 0,51 persen dan penambang emas Newcrest turun 3,52 persen.

Baca juga: Saham Filipina untung 3 hari beruntun, Indeks PSE naik 0,21 persen

Produsen-produsen minyak dan gas bervariasi dengan Oil Search turun 0,94 persen, Santos naik 3,15 persen dan Woodside Petroleum naik 2,62 persen.

Supermarket terbesar Australia merosot dengan Coles turun 1,65 persen, dan Woolworths turun 1,55 persen.

Sementara saham raksasa telekomunikasi Telstra terpangkas 0,66 persen, operator penerbangan nasional Qantas tergelincir 0,20 persen dan perusahaan biomedis CSL anjlok 1,53 persen.