Bursa saham Australia berakhir melonjak 4,17 persen

Ahmad Wijaya

Bursa saham Australia berakhir naik tajam pada perdagangan Selasa, ketika Federal Reserve AS meluncurkan langkah-langkah pelonggaran kuantitatif tak terbatas guna menahan kejatuhan ekonomi dan pasar keuangan dari virus corona.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 189,70 poin atau 4,17 persen menjadi 4.735,70 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 189,20 poin atau 4,15 persen pada 4.753,3 poin.

"Saham-saham Aussie reli di akhir perdagangan menjadi ditutup di tertinggi intraday menyusul tanda-tanda awal yang lebih kuat di Wall Street tadi malam," kata analis pasar Commsec, Steven Daghlian.

Namun, ia mengingatkan saham-saham lokal merosot enam persen pada Senin, "indeks tetap mendekati level terendah 2012 dan ASX 200 masih turun hampir 35 persen hanya dalam 23 hari".

Semua sektor berakhir lebih tinggi pada Selasa dengan keuntungan dari saham perbankan, properti dan material yangbaru-baru ini dijual, paling membantu.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia melonjak dengan Commonwealth Bank naik 5,05 persen, ANZ naik 5,32 persen, National Australia Bank naik 3,75 persen dan Westpac Bank naik 2,91 persen.

Saham-saham pertambangan menguat dengan Rio Tinto naik 1,07 persen, BHP naik 5,07 persen, penambang emas Newcrest naik 6,51 persen dan Fortescue Metals naik 1,89 persen.

Produsen minyak dan gas melonjak dengan Oil Search naik 8,51 persen, Santos naik 20,55 persen dan Woodside Petroleum naik 5,63 persen.

Supermarket terbesar Australia beragam dengan Coles naik 3,59 persen dan Woolworths turun 0,74 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra meningkat 2,27 persen, operator penerbangan nasional Qantas melonjak 7,75 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 1,10 persen.

Baca juga: Saham Australia dibuka sedikit lebih tinggi dengan keuntungan meluas
Baca juga: Bursa saham Australia berakhir naik setelah seminggu bergejolak