Bursa saham China berbalik turun, setelah 2 hari beruntun naik

Risbiani Fardaniah

Saham-saham China berbalik melemah pada perdagangan Kamis, setelah reli selama dua hari berturut-turut menyusul kenaikan kuat di pasar saham global didorong harapan stimulus besar-besaran Amerika Serikat.

Indikator utama Indeks Komposit Shanghai turun 0,6 persen menjadi ditutup pada 2.764,91 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China berakhir 0,84 persen lebih rendah pada 10.155,36 poin.

Nilai transaksi gabungan saham yang mencakup kedua indeks itu mencapai 642,5 miliar yuan (sekitar 90,9 miliar dolar AS), menyusut dari 751,3 miliar yuan (sekitar 106 miliar dolar AS) pada perdagangan sehari sebelumnya.

Baca juga: Yuan terus menguat, naik lagi 50 basis poin terhadap dolar AS

Jumlah saham turun melebihi yang naik, sebanyak 1.071 saham terhadap 390 saham di bursa Shanghai dan 1.587 saham terhadap 565 saham di bursa Shenzhen.

Saham-saham di sektor ekstra-tegangan tinggi, pusat data, dan jaringan listrik memimpin kerugian, dengan saham Rockontrol Technology Group Co Ltd jatuh pada batas harian 10 persen menjadi 95,95 yuan per saham.

Sementara itu, saham-saham yang terkait dengan sektor pertanian, peralatan medis dan flu, termasuk di antara yang mencatat keuntungan.

Sementara itu, Indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, kehilangan 0,55 persen menjadi ditutup pada 1.927,28 poin.

Baca juga: Bursa Singapura ditutup jatuh, Indeks Straits Times anjlok 0,71 persen

Baca juga: Bursa Hong Kong rontok, Indeks Hang Seng ditutup jatuh 0,74 persen

Baca juga: Perketat langkah lawan COVID-19, Bursa saham Tokyo ditutup anjlok