Bursa Saham Eropa Lesu Imbas Kekhawatiran Evergrande

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Eropa jatuh ke zona merah pada perdagangan Kamis, (21/10/2021) imbas saham China Evergrande Group merosot saat perdagangan sahamnya kembali ditransaksikan.

Di bursa saham Eropa, indeks FTSE 100 (FTSE) tergelincir 0,4 persen setelah pembukaan. Di Paris, CAC (FCHI) merosot lebih parah sebanyak 0,5 persen dan DAZ (GDAXI) turun 0,4 persen.

Saham-saham dengan eskposur China, terutama sektor pertambangan paling terpukul. Mengingat China adalah konsumen logam dan mineral terbesar di dunia.

Saham pengembang properti Evergrande turun 14 persen pada perdagangan Kamis pekan ini. Sebelumnya saham Evergrande disetop sementara selama 17 hari.

Merosotnya saham Evergrande seiring kesepakatan senilai USD 2,6 miliar atau Rp 36,7 triliun (estimasi kurs Rp 14.135 per dolar AS) dengan Hospon Development tidak tercapai. Evergrande menawarkan kepada Hospon 51 persen sahamnya di unit layanan properti.

Utang Evergrande sebesar USD 300 miliar (setara Rp4.240,7 trilun) tentu dikhawatirkan oleh para investor. Lantaran investor menilai pembengkakan utang dapat memicu runtuhnya raksasa real estate China.

Total kewajiban itu sebanding dengan 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) China. Indeks S&P 500 Future dan Dow Future, keduanya turun 0,3 persen. Tren ini diikuti Nasdaq yang berada di posisi 0,3 persen lebih rendah saat perdagangan dimulai di Eropa.

"Setelah pasar Asia berada di bawah tekanan dengan saham Evergrande yang kembali merosot saat pembukaan kembali. Ditambah dengan kekhawatiran meningkatnya kasus COVID-19 di musim dingin yang memakan korban,” ujar Michael Hewson dari CMC Markets, dilansir dari laman Yahoo Finance, Kamis (21/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Indeks Saham Acuan Bervariasi di Asia

Seorang pria berdiri didepan indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Ketegangan politik yang terjadi karena Korut meluncurkan rudalnya mempengaruhi pasar saham Asia. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)
Seorang pria berdiri didepan indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Ketegangan politik yang terjadi karena Korut meluncurkan rudalnya mempengaruhi pasar saham Asia. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Pekan lalu, klaim pengangguran mingguan AS berada di angka 297 ribu yang merupakan level terendah pasca-pandemi. Klaim lanjutan juga terus menurun dan menyentuh level 2,5 juta.

Ekspektasi untuk penurunan lagi ke 293.000, dengan klaim berkelanjutan diperkirakan turun ke 2,55 juta. Saham-saham di Asia sebagian besar merosot. Wall Street menguat pada 20 Oktober 2021.

Di Jepang, Nikkei N225 turun 1,9 persen. Saham Hang Seng Hong Kong ( HSI ) kehilangan 0,8 persen berayun masuk dan keluar dari wilayah positif sepanjang sesi. Sedangkan, Shanghai Composite berhasil menambah kenaikan 0,2 persen.

Reporter: Ayesha Puri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel