Bursa saham Inggris rontok akibat kekhawatiran dampak Virus Corona

Risbiani Fardaniah

Saham-saham Inggris rontok pada perdagangan Jumat (6/3/2020), mengakhiri sepekan yang bergejolak di tengah kekhawatiran investor tentang dampak pada ekonomi oleh wabah Virus Corona baru yang menyebar dengan cepat hingga ke sekitar 80 negara.

Acuan Indeks FTSE 100 di Bursa Saham London merosot 3,62 persen atau 242,88 poin, menjadi ditutup pada 6.462,55 poin dengan hanya empat saham yang berhasil meningkat.

Anglo American, perusahaan pertambangan Inggris yang terdiversifikasi secara global, menjadi pemain dengan kinerja terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya terjun 8,70 persen.

Disusul oleh saham perusahaan rekayasa multinasional Inggris yang terdiversifikasi Smiths Group yang jatuh 7,84 persen, serta perusahaan energi dan jasa multinasional Inggris Centrica terpangkas 7,60 persen.

Di sisi lain, International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Anglo-Spanyol, terangkat 2,01 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan multinasional yang mendesain, memproduksi, dan mendistribusikan mesin untuk pesawat dan lainnya Rolls-Royce Holdings yang menguat 0,17 persen, serta perusahaan pertambangan logam mulia Polymetal International 0,15 persen.

Para investor mengharapkan lebih banyak bank sentral untuk memberikan langkah-langkah stimulus guna mengatasi dampak wabah Virus Corona menyusul pemotongan suku bunga oleh Amerika Serikat, Australia dan Kanada.

Federal Reserve AS, dalam langkah mengejutkan, menurunkan kisaran target untuk suku bunga dana federal sebesar 50 basis poin pada Selasa (3/3/2020), sementara bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia, mengumumkan pada hari yang sama menurunkan suku bunga acuan ke rekor terendah 0,50 persen.

Yang terbaru bank sentral Kanada, Bank of Canada, memangkas suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin menjadi 1,25 persen pada pertemuan Rabu (4/3/2020), membawa biaya pinjaman ke level terendah sejak Juni 2018.

Baca juga: Bursa saham Prancis terpuruk, Indeks CAC 40 anjlok 4,13 persen

Baca juga: Bursa Singapura jatuh, Indeks Straits Times ditutup anjlok 1,9 persen

Baca juga: Bursa saham China ditutup anjlok, akhiri kenaikan 4 hari beruntun


​​​​​​​