Bursa Singapura ditutup naik setelah ketegangan AS-Iran tampak mereda

Nusarina Yuliastuti

Bursa Saham Singapura ditutup 0,05 persen lebih tinggi pada perdagangan hari Kamis (9/1) sore waktu setempat, setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran tampaknya menarik mundur eskalasi permusuhan.

Sementara itu, harga minyak mentah turun setelah data dari Departemen Energi AS menunjukkan peningkatan persediaan yang lebih besar dari yang diharapkan dalam minyak mentah, bensin, dan sulingan.

Maybank-Kim Eng Retail Research mengatakan secara teknis, Indeks Straits Times memantul di atas area support pada 3.215 poin dan menguji ketahanannya pada angka puncak 3.260 poin.

Baca juga: Bursa Saham Singapura berakhir turun 0,06 persen pada Rabu

Patokan Bursa saham Singapura, Indeks Straits Times Index naik 1,59 poin menjadi ditutup pada 3.247,48 poin.

Volume perdagangan mencapai 1,91 miliar lembar saham dengan nilai 1,37 miliar dolar Singapura.

Saham yang naik melampaui yang turun dengan angka 257 dan 166.

Saham AEM Holdings naik 2,5 persen menjadi 2,05 dolar Singapura. Perusahaan ini menerima 245 juta dolar Singapura dari pesanan penjualan untuk pengiriman di tahun keuangan 2020. Hal itu menjadi panduan pendapatan untuk tahun 2020 yang berada pada angka 330 juta dolar Singapura dan 350 juta dolar Singapura.

Di antara yang memperoleh kenaikan tertinggi adalah Jardine Strategic yang sahamnya naik 0,22 persen menjadi 31,50 dolar AS.

Baca juga: Singapura jadi inspirasi lokasi Madripoor serial Marvel

Sementara ComfortDelgro menjadi salah satu saham yang menderita kerugian teratas dengan jatuh 0,87 persen menjadi 2,28 dolar Singapura.

Kurs satu dolar AS sama dengan 1,35 dolar Singapura.