Bursa Transfer Pelatih BRI Liga 1: Saat Arsitek Lokal Mulai Tersingkir di Negeri Sendiri

Bola.com, Jakarta - BRI Liga 1 musim ini bisa jadi kompetisi terganas di muka bumi. Itu bila parameternya mengacu pada penghentian atau pemecatan pelatih di tengah jalan yang dilakukan klub-klub peserta.

Pada putaran pertama saja, sudah ada tujuh arsitek yang harus menepi lebih dini. Jumlah itu nyaris separuh dari total 18 pelatih yang menukangi klub BRI Liga 1.

Ketujuh pelatih yang kena PHK di tengah jalan adalah Dejan Antonic (Barito Putera), Sergio Alexandre (PSIS), Robert Albert (Persib), Milomir Seslija (Borneo FC), Javier Roca (Persik), Eduardo Almeida (Arema FC), dan Jacksen F. Tiago (Persis).

Di antara nama-nama tersebut, nasib Javier Roca sedikit lebih baik. Selepas ditalak cerai Persik, pria berpaspor Chile itu langsung dipercaya menukangi Arema FC.

Sosok yang hampir 20 tahun berkarier di Indonesia itu memiliki rapor yang cukup oke di Tim Singo Edan. Melatih Arema FC sejak 6 September 2022, Javier Roca mampu membawa timnya meraih lima kemenangan dan menelan empat kekalahan dari sembilan laga di BRI Liga 1 musim ini.

 

Torehan 6 Pelatih Lainnya

Pelatih Persib Bandung, Luis Milla, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Selasa (11/10/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persib Bandung, Luis Milla, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Selasa (11/10/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Lalu bagaimana dengan enam pelatih anyar lainnya di BRI Liga 1? Luis Milla yang menggantikan Robert Alberts sukses mengangkat performa Persib Bandung. Sempat terseok-seok, Persib kini menembus posisi lima besar di klasemen sementara.

Andre Gaspar juga berhasil mempertahankan kinerja tim Borneo FC warisan dari Milomir Seslija. Lenoardo Medina dan Ian Gillian memberi semangat baru bagi Persis dan PSIS.

Dua juru taktik yakni Rodney Goncalves dan Divaldo Alves masih belum dinaungi keberuntungan. Sejauh ini, Barito Putera dan Persik masih berkubang di zona degradasi.

 

Nilmaizar dan Djanur Angkat Koper

Pelatih Persela Lamongan, Nilmaizar, memperhatikan timnya saat melawan Perseru Badak Lampung pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Rabu (11/9). Perseru bermain imbang 1-1 atas Persela. (Bola.com/Yoppy Renato)
Pelatih Persela Lamongan, Nilmaizar, memperhatikan timnya saat melawan Perseru Badak Lampung pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Rabu (11/9). Perseru bermain imbang 1-1 atas Persela. (Bola.com/Yoppy Renato)

Saat jeda kompetisi bursa kursi pelatih masih sangat panas. Dua nakhoda lokal, Nilmaizar dan Djadjang Nurdjaman harus angkat koper. Nilmaizar dipecat Dewa United, sedangkan Djadjang di PHK Persikabo 1973.

Untuk menggantikan Nilmaizar, manajemen Dewa United mendatangkan pelatih asal Belanda, Jan Olde Riekerink. Di sisi lain, Persikabo 1973 masih belum menunjuk pengganti Djadjang Nurdjaman.

 

Pelatih Lokal Kian Tergerus

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)

Tersingkirnya Nil dan Djanur, membuat pelatih lokal kian tergerus di BRI Liga 1. Saat ini hanya menyisakan empat pelatih domestik di kompetisi kasta teratas di Tanah Air tersebut.

Keempatnya adalah Rahmad Darmawan (RANS Nusantara FC), Widodo C. Putro (Bhayangkara FC), Seto Nurdiantoro (PSS), dan Aji Santoso (Persebaya). Menarik untuk dinanti apakah nama-nama tersebut mampu bertahan, atau justru harus ikut tersingkir.

Simak Posisi Klub Favorit Kamu di Bawah Ini: