Buruh Diminta Bijak Menyuarakan Kenaikan Upah 2023

Merdeka.com - Merdeka.com - Upah Minimum kota/kabupaten (UMK) yang dituntut naik di tahun 2023 oleh para buruh diharapkan tidak membebani kondisi keuangan perusahaan. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, meminta serikat pekerja dan pelaku usaha mau untuk saling menyuarakan dan mendengarkan keinginan dan harapan masing-masing.

"Kita harus duduk bareng, namanya demokrasi harus mau mendengar dan menyuarakan. Dan mereka pekerja dan perusahaan harus mau mendengar dan menyuarakan," tegas Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, dikonfirmasi, Sabtu (12/11).

Secara pribadi, Rudi mengaku senang UMK tahun 2023 mendatang akan naik signifikan atau mengikuti survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Meski dia juga meminta para serikat buruh bijak menuntut kenaikan UMK tersebut, dengan melihat kondisi terkini di perusahaan yang mempekerjakannya.

"Sebagai pemerintah, kita ingin semua maju. Pekerja dan pengusaha maju. Dari sisi pemerintah, kita sangat senang dengan kenaikan upah, serikat pekerja sudah punya hitungan silakan, dan perusahaan punya hitungan silakan dan kita harus saling mendengar," terang dia.

Diberitakan sebelumnya, buruh Tangerang minta kenaikan upah tahun depan 24,5 persen. Menanggapi tuntutan kenaikan UMK 24,5 persen itu, Rudi menilai tuntutan itu sebagai hak para buruh. Namun semua pihak harus lebih bijak dalam menentukan besaran UMK tersebut.

"Boleh saja namanya zaman demokrasi, meski mereka (buruh) punya hitung-hitungan tapi harus dicocokkan juga dengan pelaku usaha. Yang paling utama adalah keseimbangan usahanya, jadi bukan persoalan naik sekian persen," ujarnya.

"Tapi kita harus tahu juga, perusahaan kita itu sanggup atau tidak, minimal dalam satu tahun ke depan. Kalau enggak berkelanjutan bangkrut kan lebih parah lagi," pungkas Rudi. [bal]