Buruh Gresik Blokade Akses Masuk Pabrik Petrokimia

Gresik (ANTARA) - Puluhan buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, memblokade akses masuk pabrik Petrokimia Gresik di Jalan Gubernur Suryo, Kamis.

Koordinator aksi, Abdul Hakam mengatakan, aksi memblokade akses masuk pabrik Petrokimia itu bertujuan agar pihak pabrik mengerti akan kewajibannya terhadap buruh "outsourcing" yang belum dipenuhi.

Kewajiban itu, di antaranya masalah pemenuhan upah dua tahun terakhir, yakni pada 2011 dan 2012 yang belum sesuai dengan Upah Minimum Kapubaten/Kota (UMK) setempat.

"Selain itu, kekurangan upah lembur dan kehilangan hak jaminan hari tua pada program Jamsostek yang juga belum dipenuhi," katanya.

Menanggapi tuntutan itu, Manajer Humas Pabrik Petrokimia, Dupi Madya Ardiono membantah jika pihaknya selama ini tidak memenuhi tuntutan para buruh.

Ia mengaku, manajemen Petrokimia telah sesuai Undang-Undang dalam pemenuhan hak buruh, baik itu buruh organik maupun outsourcing atau pekerja lepas.

Untuk pekerja lepas, Petrokimia telah melakukan perjanjian kerja dengan penyedia jasa pekerja yang sesuai Undang-Undang pula.

"Apabila masih ada pekerja lepas yang protes, kami akan melakukan klarifikasi kepada penyedia jasa tenaga kerja, sebab kita sudah berikan semua hak-haknya sesuai dengan Undang-Undang," katanya.

Rencananya, Petrokimia akan memanggil 18 penyedia tenaga kerja yang selama ini memasok tenaga kerja ke pabrik, dan melakukan klarifikasi, apakah hak-hak pekerja sudah diberikan sesuai dengan Undang-Undang, sehingga tidak terjadi lagi aksi buruh dengan menghadang pintu masuk pabrik.

Akibat aksi puluhan buruh tersebut, akses masuk ke pabrik Petrokimia sempat terganggu beberapa jam, dan menimbulkan kepadatan lalu lintas di kawasan Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Romo yang menghubungkan wilayah Gresik-Lamongan.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.