Buruh Janjikan Aksi Damai Dalam Mogok Massal

Jakarta (ANTARA) - Serikat pekerja dan buruh menjanjikan aksi damai dalam mogok kerja massal yang akan berlangsung pada Rabu untuk menyampaikan tuntutan terkait sistem kerja alih daya dan upah murah yang tidak sesuai.

"Pengusaha tidak perlu takut dan khawatir, ini aksi damai, aksi yang mengingatkan pengusaha dan pemerintah untuk bersama serikat buruh mencari solusi dari permasalahan," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa malam.

Said menjanjikan rencana mogok tersebut akan berlangsung selama sehari dari rencana lima hari, karena pemerintah telah memberikan respon terkait tuntutan yang disampaikan para buruh.

"Mogok lima hari menjadi satu hari karena pemerintah sudah merespon untuk mencari solusi, jadi kami hargai," ujarnya.

Ia mengatakan demo tersebut akan diikuti oleh empat juta buruh di 21 kabupaten kota dan 80 kawasan industri di seluruh Indonesia, dengan pusat gerakan berada di kawasan industri Cikarang.

"Kalau di Jakarta akan terpusat di Pulo Gadung, Cakung dan Sunter, itu akan diikuti 200 ribu buruh. Di Cikarang itu pusat gerakan hampir 700 ribu buruh," ujarnya.

Menurut Said, para buruh tidak akan menutup kawasan pelabuhan dan bandara, namun rencana mogok massal tersebut berpotensi melumpuhkan aktivitas di kawasan Jabodetabek.

"Kita tidak akan tutup pelabuhan dan bandara, tapi yang dikhawatirkan akses jalan tol akan lumpuh total karena pintu kawasan industri terhubung dengan pintu tol," katanya.

Said mengharapkan demo nasional akan menarik perhatian pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan buruh, terutama terkait sistem kerja alih daya yang merugikan dan kepastian jaminan sosial.

"Hapuskan outsourcing, tolak upah murah, jalankan jaminan sosial kesehatan masyarakat pada 2014 bukan 2019 dengan iuran jaminan kesehatan tetap dibayar pengusaha dan terakhir, jangan korupsi," katanya.

Menurut dia, draf peraturan untuk merealisasikan tuntutan telah dibuat, namun masih ada prinsip-prinsip yang dirasakan kurang memuaskan dan belum memenuhi aspirasi para buruh.

Sedangkan, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengharapkan demo batal dilaksanakan dan produksi barang tetap terjaga karena pemerintah telah berupaya mencari solusi dari masalah yang dikeluhkan para buruh.

"Kami mengimbau tidak ada aksi mogok besok. Dan jika ada buruh yang tetap ingin bekerja biarkanlah, sehingga tidak ada perusahaan yang dirugikan kalau mereka ingin mengejar target," ujarnya seusai bertemu perwakilan serikat pekerja dan buruh.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.