Buruh Pabrik Panci yang Disekap Layak Dapat Rp 1 M

TEMPO.CO, Tangerang -- Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang memerintahkan pemilik CV Cahaya Logam, produsen panci di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Sepatan, untuk membayar membayar Rp 1 miliar kepada para buruhnya. Nilai tersebut termasuk upah kerja selama para buruh bekerja, uang lembur, dan pesangon. (Baca: Izin Usaha Pabrik Panci Penyekap Buruh Dicabut)

"Itu belum termasuk asuransi dan Jamsostek," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Heri Heryanto, saat ditemui di kantornya, Senin, 6 Mei 2013.

Polisi menggerebek CV Cahaya Logam pada Jumat, 3 Mei 2013 lalu dan menemukan puluhan buruh disekap dan diperbudak. Mereka disekap di ruangan tidak layak huni berukuran 8 x 6 meter. Selama berbulan-bulan mereka tidak terima gaji. (Baca: Ruang Buruh Panci Lebih Buruk dari Sel Penjara)

Menurut Heri, perhitungan sebesar Rp 1 miliar berdasarkan upah sektoral buruh yang harus dibayarkan pengusaha kepada karyawannya. Upah sebanyak 31 buruh yang rata-rata bekerja selama empat hingga tujuh bulan senilai Rp 418 Juta, pesangon Rp 418 juta ditambah dengan upah lembur, maka nilainya mencapai Rp 1 miliar.

Kata Heri, Dinas Tenaga Kerja Tangerang mengeluarkan penetapan perintah bayar tersebut pada Senin hari ini, 6 Mei 2013. Selanjutnya ketetapan itu akan dikoordinasikan ke Polres Kota Tangerang.

JONIANSYAH

Topik Terhangat:

Pemilu Malaysia | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg

Referensi:

Ini Kata Polisi yang Pernah ke Pabrik Panci

Bos Pabrik Panci Pernah Jadi Bandar Pilkades

Ini Motif Perbudakan Buruh Panci di Tangerang 

Begini Para Buruh Panci Itu Disiksa

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.