Buruh Pabrik Tahu Dibunuh dengan Benda Ini, Pelaku Emosi karena Diejek

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelaku pembunuhan terhadap Rahmat (45), seorang buruh pabrik tahu di Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat berhasil ditangkap tim Sancang Polres Garut dibantu Direktorat Tindak Pidana Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat. Dia adalah rekan kerja korban berinisial YM (33) yang sebelumnya dinyatakan hilang usai penemuan jenazah.

Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan bahwa YM ditangkap dibantu Polda Jabar di wilayah Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung.

"Alhamdulillah, pelaku kita tangkap dalam waktu 1x24 jam setelah penemuan jenazah korban di mess pabrik tahu di Kecamatan Cibiuk," kata Wirdhanto, Jumat (16/8).

Dia menjelaskan bahwa YM ditangkap pihaknya di rumah salah satu saudaranya setelah berupaya melarikan diri usai melakukan pembunuhan terhadap korban.

"Pelaku setelah berhasil kami tangkap di persembunyiannya langsung kami bawa ke Polres Garut untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya membunuh korban," jelasnya.

Wirdhanto mengungkapkan bahwa YM mengaku membunuh korban dengan cara memukulkan sebilah besi ke bagian kepala korban sebanyak dua kali. Korban diketahui tidak sempat melawan karena aksi itu dilakukan saat Rahmat sedang tertidur pulas.

Usai melakukan aksinya, YM kemudian mengambil barang berharga milik korban berupa telepon genggam dan uang tunai. Setelahnya, pelaku pun langsung melarikan diri ke Bandung dan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertutup selimut sekitar pukul 04.00 oleh saksi.

"Dalam pemeriksaan juga, pelaku nekat melakukan aksi pembunuhan kepada korban karena kesal dan marah karena kerap mendapat olok-olok dengan kondisi tubuhnya yang kecil. Korban diketahui merupakan pekerja paling senior dan pelaku adalah pekerja paling junior," ungkapnya.

Kesal mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan dari korban, YM pun kemudian merencanakan pembunuhan.

"Kami kenakan pasal pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang terhadap pelaku, yaitu pasal 340 KUHP dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian resor Garut menyelidiki penemuan sesosok mayat seorang pekerja pabrik tahu di Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jenazah laki-laki itu diduga korban pembunuhan karena ditemukan bekas penganiayaan di sejumlah bagian tubuh. [cob]