Buruh Panci Disekap, LSM Salahkan Disnaker

TEMPO.CO, Jakarta -  Kepala Divisi Advokasi dan HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Yati Andriyani menilai pemerintah patut bertanggungjawab atas terjadinya penyekapan 25 buruh pabrik panci di Kampung Bayur Opak, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Penyekapan ini dibongkar polisi, Sabtu 4 Mei 2013.

"Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) harus mengevaluasi sistem pengawasan mereka, Dinas ikut bertanggung jawab atas nasib para pekerja," kata Yati, 4 Mei 2013. Menurut Yati, kondisi puluhan buruh yang dipaksa bekerja dalam kondisi disekap dan diintimidasi sungguh memperihatinkan.

Yati menilai jika Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang bekerja lebih baik, penyekapan buruh di pabrik panci ini tidak akan terjadi begitu lama. "Dinas harus memastikan ke depan insiden macam ini tak terulang lagi," katanya lagi.

Kontras meminta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang bekerjasama dengan polisi dan dinas terkait lain, dalam melakukan pemantauan atas pabrik yang nakal. "Komisi Nasional Perlindungan Anak juga perlu diajak, karena ada buruh anak dalam kasus ini," katanya.

Polisi membongkar penyekapan 25 buruh di pabrik panci, setelah mendapat laporan anggota masyarakat. Pemilik pabrik kini dinyatakan sebagai tersangka.

 ALI AKHMAD

Topik Terhangat:

Harga BBM | Susno Duadji | Gaya Sosialita | Ustad Jefry | Caleg

Berita Terpopuler:

Lenka Idolakan Shena X Factor Indonesia

Lurah Warakas Jadi Makelar Rusun Sejak 2009 

Ayu Azhari Kembalikan Uang Ahmad Fathanah ke KPK

Ayu Azhari Simpan Duit Fathanah dalam Tas Mewah 

KPK Dalami Wanita Lain Penerima Duit Fathanah

X-Factor, Ariel Noah Dukung Fatin Shidqia  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat