Buruh Perkebunan Jember Berdemonstrasi

TEMPO.CO, Jember - Lebih dari 500 orang buruh Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember, Jawa Timur, Kamis, 20 September 2012, berdemonstrasi di depan kantor perusahaan di Jalan Gajah Mada, Jember.

Para buruh itu datang dari enam lokasi kebun yang dikelola PDP Jember, yakni Kebun Kali Mrawan, Kebun Sumberwadung, Kebun Sumbertenggulun, Kebun Gunung Pasang, Kebun Ketajek, dan Kebun Sumber Pandan. Mereka menggunakan puluhan truk perusahaan.

Untuk mengamankan aksi para buruh, sebanyak 50 orang anggota Kepolisian Resor Jember dikerahkan. Apalagi aksi tersebut memacetkan arus lalu lintas di sekitar kantor PDP Jember.

Dalam orasinya para buruh menuding manajemen PDP Jember bobrok dan korup. "Sistem feodal, penuh korupsi, kolusi dan nepotisme. Harus dirombak secara total," kata koordinator aksi, Wahyu Baskoro.

Buruh juga menuntut Direktur Produksi dan Teknik PDP Jember, Sudarisman, segera diberhentikan. Mereka menilai Sudarisman merampas hak-hak pekerja dan menciptakan sistem yang menyelewengkan wewenangnya, juga menyelewengkan aset perkebunan untuk kepentingan pribadi. "Direktur produksi harus mundur atau kita paksa mundurn," ujar salah seorang wakil buruh, Agus Winarno.

Menanggapi aksi tersebut, Direktur Utama PDP Jember, Sudjatmiko, mengatakan sudah mengambil tindakan tegas kepada beberapa pegawai PDP yang menyelewengkan tugas dan jabatannya.

Sudjatmiko juga menegaskan bahwa Tim Satuan Pengawas Internal (SPI) sudah memeriksa dan menindak beberapa pegawai yang nakal. "Dalam minggu ini akan kami umumkan siapa saja yang kena sanksi dicopot, diturunkan pangkatnya, atau dipindah tugaskan," ucapnya.

Sudjatmiko mengaku sudah meneruskan surat tuntutan buruh dan surat pernyataan mundur Direktur Produksi dan Teknik, Sudarisman, kepada Badan Pengawas dan Bupati Jember.

Menurut Sudjatmiko, Sudarisman menyatakan mundur dari jabatannya sejak Selasa, 18 September 2012 setelah beberapa kali didesak dan didemo para buruh. "Kita tunggu keputusan bupati yang mengangkat para direktur. Saya tetap mengawal dan berpihak kepada buruh sebagai ujung tombak perusahaan," tutur Sudjatmiko.

MAHBUB DJUNAIDY

Berita terpopuler lainnya:

Gunung Lokon Meletus, Tak Ada Korban Jiwa 

Debu Vulkanik Gunung Lokon Sampai ke Manado 

Aktivitas Gunung Tangkubanparahu Turun

Siswa SMP di Yogya Ini Rancang Seragam Sendiri

Pohon di Yogya Baru Separuh dari Jumlah Ideal

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.