Buruh Protes Upah Sektoral Dihilangkan: Masak Gaji Freeport Sama dengan Pabrik Sandal

Merdeka.com - Merdeka.com - Penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja) terus menuai protes dari kelompok buruh, khususnya yang mengatur soal upah minimum.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyatakan, kaum buruh salah satunya menolak penghapusan upah minimum sektoral (UMSK). Sebab, level pekerja di sektor-sektor industri tertentu jelas punya nilai yang berbeda.

"Pabrik mobil sama pabrik kerupuk masak sama upah minimumnya? Pabrik pertambangan Freeport dengan pabrik sendal jepit masak sama upah minimumnya? Harusnya ada upah minimum sektoral," tegasnya dalam sesi konferensi pers virtual, Rabu (4/1).

"Pabrik mobil, Freeport, banking, tentu upah minimumnya di atas upah minimum pabrik sendal jepit, alas kaki," ujar Iqbal.

Hal lain yang jadi sorotannya, terkait formula perhitungan upah minimum kabupaten/kota (UMK). Mengacu pada ketentuan hukum internasional, Iqbal mengatakan, variabel perhitungan UMK hanya bertumpu pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi, atau survei hasil standar living cost.

"Di dalam Perppu Nomor 2 Tahun 2022 ada istilah variabel indeks tertentu. Apa itu indeks tertentu? Tidak jelas," keluhnya.

Dia lantas coba membaca formula perhitungan upah minimum kabupaten/kota berdasarkan Permenaker 18/2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023. Dalam aturan ini, Iqbal menyebut rumus kenaikan upah minimum dihitung sesuai inflasi plus alpha dikali pertumbuhan ekonomi.

Iqbal lalu menyamakan alpha sebagai variabel indeks tertentu, di mana sesuai Permenaker 18/2022 dikonversikan secara angka pada rentang 0,1-0,3.

"Buruh tidak setuju indeks tertentu itu dimasukan, apalagi 0,1-0,3. Harusnya indeks tertentu itu kalau dikonversikan angka, mungkin sekitar 0,75-1,0. Sehingga rumusnya inflasi plus pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]