Buruh Se Indonesia Minta PBB Desak Israel Hengkang dari Palestina

·Bacaan 1 menit

VIVA – Massa Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang menggelar aksi unjuk rasa solidaritas buruh untuk Palestina telah tiba ke Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, siang ini. Massa aksi yang sebelumnya berkumpul di Patung Kuda Arjuna Wijaya menggelar long march menuju lokasi aksi unjuk rasa.

Pantauan VIVA di lokasi, massa aksi ini berjalan sambil membawa spanduk tuntutan, poster, bendera Merah Putih, hingga bendera kebangsaan Palestina. Massa aksi tampak berjalan dengan tertib di depan dan belakang mobil komando yang berisi pengeras suara.

Sejumlah yel-yel tuntutan dan kutukan terhadap agresi brutal militer Israel turut dilantunkan dalam perjalanan menuju kantor PBB. Sementara itu, sejumlah barisan massa yang di depan mobil komando turut membentangkan spanduk bertuliskan 'Solidaritas Buruh Untuk Palestina'.

Baca juga: Kata BEI Soal Peluang IPO Goto, Duet Gojek-Tokopedia

Saat ini, massa aksi dari KSPI masih menggelar orasi di depan Kantor PBB. Massa aksi terpantau menyerukan penghentian kekerasan terhadap rakyat Palestina oleh Zionis-Israel yang masih berlangsung hingga hari ini.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, massa buruh mendatangi kantor PBB untuk menyampaikan penolakan terhadap agresi brutal militer Israel terhadap bangsa Palestina. Massa buruh ini menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera menyelesaikan aksi brutal yang sedang terjadi di Palestina.

"Di depan gedung PBB ini, kami mewakili kaum buruh Indonesia meminta untuk melakukan resolusi Dewan Keamanan maupun Majelis Umum PBB untuk memastikan Palestina harus merdeka. Meminta PB untuk mencabut sistem dua negara dan Israel harus hengkang dari Palestina," kata Said Aqil, di depan Kantor PBB.

Menurut Said, aspirasi buruh ini telah diserahkan kepada PBB. Massa buruh KSPI ini mengutuk keras agresi brutal militer Israel di Palestina.

"Kami mengutuk keras aksi kekerasan terhadap bangsa Palestina yang masih berlangsung hingga hari ini. Kami juga mengutuk keras aksi kekerasan terhadap umat muslim yang sedang beribadah," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel