Buruh Sindir Puan Maharani: Dulu Zaman SBY, Harga BBM Naik Nangis-Nangis

Merdeka.com - Merdeka.com - Massa buruh menggeruduk Gedung DPR MPR, Jakarta, dalam rangka unjuk rasa menolak kebijakan kenaikan harga BBM. Dalam kesempatan itu, pengujuk rasa turut menyindir sikap Ketua DPR Puan Maharani di masa lalu.

"Dulu ketika di zaman SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) semua kadernya PDIP wabilkhussus Puan Maharani yang sekarang Ketua DPR itu kan nangis-nangis ada kenaikan BBM. Nangis-nangis gitu seolah-olah berpihak kepada rakyat," tutur orator aksi, Gunarto di Gedung DPR RI, Jakarta Selatan, Selasa (6/9).

Gunarto mempertanyakan sikap Puan Maharani kini atas kenaikan harga BBM usai menjabat sebagai Ketua DPR. Terlebih, peningkatannya pun terbilang sangat tinggi, seperti pertalite yang menyentuh hingga 30 persen.

"Apakah dia juga nangis terhadap kenaikan BBM yang sekarang?," jelasnya.

Malahan, kata Gunarto, tidak ada pernyataan Puan yang berpihak pada rakyat usai kenaikan harga BBM.

"Dia enggak ada tanggapan keberpihakannya terhadap rakyat. Hari ini kita cari, hari ini kita pengen minta statementnya, apa statementnya dia terhadap kenaikan BBM ini kepada rakyat, apakah akan nangis-nangis lagi atau gimana," Gunarto menandaskan.

Seperti diketahui, pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan harga BBM pada Sabtu (3/9). Penyesuaian harga baru BBM dimulai pada pukul 14.30 WIB.

"Ini berlaku satu jam sejak saat diumumkannya penyesuaian harga ini jadi akan berlaku pada pukul pada 14.30 Waktu Indonesia Bagian Barat," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif saat konferensi Pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9).

Berikut harga BBM usai diumumkan kenaikan harga;

1. Pertalite dari Rp7.650 perliter menjadi Rp10.00 per liter.

2. Solar subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter.

3. Pertamax non subsidi dari Rp12.500 perliter menjadi Rp14.500 per liter.

Reporter: Nanda Perdana Putra [ray]