Bus AKAP di China Wajib Pakai Gelang Elektronik Agar Emosi Mereka Bisa Dipantau

Merdeka.com - Merdeka.com - Sopir bus jarak jauh atau antar kota antar provinsi (AKAP) di China diminta memakai gelang elektronik dengan teknologi penangkap emosi, untuk memantau atau mengawasi suasana hati atau emosi sopir.

Langkah ini diinisiasi BUMN China, Beijing Public Transport Holding Group, bertujuan untuk melindungi keselamatan masyarakat.

Sebanyak 1.800 gelang elektronik didistribusikan ke para sopir di pada Rabu, seperti dilaporkan Beijing Daily. Namun tidak disebutkan berapa jumlah sopir yang memenuhi syarat menerima gelang tersebut.

Dikutip dari South China Morning Post, Senin (26/9), gelang akan digunakan untuk memantau tanda-tanda vital dan kondisi emosi para sopir untuk meningkatkan keselamatan.

Kebijakan ini dikeluarkan setelah bus yang membawa warga ke pusat karantina Covid kecelakaan pekan lalu, menewaskan 27 orang dan melukai 20 lainnya.

Gelang tersebut memantau suhu tubuh, detak jantung, pernapasan, tingkat oksigen dalam darah, tekanan darah, gerak tubuh, dan aktivitas tidur sopir bus. Alat ini juga bisa memantau keadaan emosi seperti kecemasan dan data tersebut bisa diakses oleh perusahaan transportasi publik secara real time.

Alat tersebut mulai diuji coba pada 1 Juni lalu. [pan]