Bus Harapan Jaya Tidak Bersalah?

TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Jawa Timur, Wahid Wahyudi, menyayangkan terjadinya kecelakaan antara bus Harapan Jaya dan sepeda motor di kawasan Trosobo, Sidoarjo. "Ini akan menjadi evaluasi bagi pelaksanaan angkutan lebaran kali ini," kata Wahid kepada Tempo, Selasa siang, 7 Agustus 2012.

Menurut Wahid, evaluasi diperlukan karena kecelakaan ini adalah yang pertama dari serangkaian operasi yang dilaksanakan Dishub LLAJ dalam menyambut lebaran tahun ini.

Wahid menegaskan bahwa untuk menyambut angkutan lebaran, Dishub LLAJ Jawa Timur telah memasang Posko pengawasan dan pemeriksaan angkutan umum di seluruh terminal yang ada. Di Posko tersebut, selain dilakukan pemeriksaan surat dan kejiwaan sopir, juga dilakukan pemeriksaan mesin.

Terkait kecelakaan di Trosobo, Wahid yang mengaku telah mengecek langsung ke lapangan menyimpulkan bahwa kecelakaan yang terjadi pukul 00.30 dini hari tadi akibat dari adanya sepeda motor yang tiba-tiba memotong jalan.

Kecelakaan bermula ketika Bus Harapan Jaya bernomor AG 7850 UR dari arah Mojokerto melaju ke Surabaya dengan kecepatan 87 kilometer per jam. Untuk menghindari sepeda motor, bus telah mengerem dengan bekas pengereman mencapai 4,37 meter.

Namun rem tak cukup mampu menolong dan mengakibatkan bus oleng dan naik ke median jalan yang mengakibatkan bus terbalik masuk ke lajur berlawanan.

Pada saat bersamaan sebuah truk pengangkut batu bara melaju dengan kecepatan 40 kilometer per jam. Atap bus yang sudah terguling ditabrak truk hingga mengakibatkan tujuh penumpang bus tewas. Selain itu pengemudi sepeda motor tewas di tempat kejadian.

"Kecelakaan itu selalu dimulai dari sebuah pelanggaran, sekecil apapun itu," ujar Wahid. Berdasarkan kesimpulan awal kecelakaan terjadi karena sepeda motor yang memotong jalan. Apalagi, dilihat di tempat kejadian perkara, Bus Harapan Jaya bernomor AG 7850 UR pada posisi yang telah benar. Ini setidaknya bisa dilihat dari kondisi sisa rem angin bus yang masih mencapai 8,1 bar. "Kalau sopir tidak profesional, pasti remnya bisa habis, tapi ini masih stabil," ucap Wahid pula.

FATKHURROHMAN TAUFIQ

Berita lain:

Awas, Banyak Ustadz ''Gadungan'' di Televisi  

Alasan Rhoma Irama Menangis di Panwaslu

Pengamat: Rhoma Irama Tak Sensitif

Dukung Jokowi, Jusuf Kalla Dinilai Tak Elegan

Facebook Blokir Akun Selena Gomez

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.